Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 72 - Monster

148K 9.3K 7.3K
                                        

BACA CHAPTER 71 DULU!

DOUBLE UPDATE!!

♦️♦️♦️

JANGAN 

SALAH

URUT 

BACA!!

Sudah diingatkan ya.

♦️♦️♦️

MARK'S POV: 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

MARK'S POV: 

Rahangku sudah sangat menegang, tanganku mengepal sangat kuat dan mataku melotot penuh amarah. Jadi, maksudnya Tom pernah memperkos— fuck! Bahkan mencoba membayangkan apa yang terjadi membuatku sangat marah. 

Ketika aku ke Boston katanya? Apa maksudnya saat aku sibuk dengan Lara? Ternyata semua ini memang salahku. 

Bajingan itu. Tanganku mengepal sangat kuat. Aku tidak pernah menyesal sudah membunuhnya. Tapi sekarang aku cukup menyesal membunuhnya dengan sangat mudah ketika dia seharusnya ku potong seluruh tubuhnya hidup-hidup. 

Sierra sudah berbeda dari Sierra yang ceria, dan tidak pernah menyukai kekerasan. Pasti kejadian itu sangat mengubah dirinya. Melihatnya seperti ini membuat seluruh tubuhku ikut sakit. 

Fuck.

Tanganku menariknya ke pelukanku, aku bisa merasakan tubuhnya kaget. "Kenapa kau tidak pernah cerita padaku?" tanyaku.

Dia membalas pelukanku, aku bisa merasakan basah tangisannya di dadaku. "Dia mengancamku, Mark. Aku takut dia membunuh Ibu." Bahunya pun naik turun karena dia terisak-isak.

Rahangku menegang. Sepertinya seluruh Castelli memang pantas dibakar hidup-hidup. Tanganku mengelus rambut belakang Sierra dengan lembut. "Sssshh," ucapku.

"Maafkan aku. Gara-gara aku, kau jadi terjebak," ucap Sierra masih menangis.

"Aku belum terjebak," seruku. Sierra mundur sehingga mata kami bertemu.

"Kau bodoh! Kenapa kau datang ke sini hanya bersama Tobias? Kenapa bukan dengan pasukanmu yang seperti kau rencanakan?" tanya Sierra, masih menangis.

"Aku hanya melanjutkan misi Lara. Dia ingin menyelamatkanmu," ucapku. Alisnya mengerut mendengar itu.

Ibuku akhirnya bersuara. "Lara? Siapa itu?" tanyanya di belakangku.

Aku menoleh ke Ibuku, dan tersenyum kecil. "Istriku. Aku akan memperkenalkannya pada Ibu nanti."

Ibuku terlihat kaget. Sepertinya Sierra belum cerita padanya kalau aku sudah menikah. Tapi aku tidak sabar mereka bertemu. Firasatku, Ibuku akan menyukai Lara.

Becoming Mafia's PetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang