DARK ROMANCE! BACA TRIGGER WARNING DULU SEBELUM BACA INI!
Lara selalu merasa diawasi. Ke mana pun dia pergi, dia selalu merasa ada mata yang mengawasinya. Awalnya dia pikir semua ini hanyalah bayangannya saja. Sampai suatu hari. Dia menyadari, kalau...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LARA'S POV:
Mark tidak bertanya lagi setelah itu. Dia hanya memelukku begitu erat. Awalnya aku sedikit kaget dengan pelukkan itu, aku mau mendorongnya, tapi akhirnya ku tidak bisa mendorongnya, karena pelukkannya begitu hangat dan nyaman.
Pelukkannya membuat hatiku menghangat dan membuat aku tidak merasa sendirian. Setelah itu, aku tidak mampu menahan tangisanku lagi. Suara tangisanku semakin kencang setiap dia mengeratkan pelukkannya.
Ini pertama kalinya ada seseorang memelukku ketika menangis.
Selama ini, setiap aku menangis tidak ada yang memelukku. Aku selalu menangis sendirian di kasurku sambil memeluk diriku sendiri di balik selimut. Berharap rasa sesak dan sakit di hatiku suatu saat menghilang.
Berharap suatu saat aku benar-benar bisa damai dengan semua itu, tanpa harus menangis jika mengingat bayiku itu.
Setelah itu, kamar itu hanya diisi dengan suara tangisanku. Mark tidak mengatakan apa-apa lagi sepanjang malam itu, aku bersyukur dia tidak memaksaku untuk mengatakan kenapa aku menangis. Karena aku belum bisa menceritakan ini pada orang lain.
Tidak ada keluargaku atau teman dekatku yang tahu tentang ini. Aku memendam semuanya sendirian selama empat tahun.
Menceritakan ini pada orang hanya terasa seperti membuka luka yang belum sembuh.
Setelah itu, tangisanku benar-benar pecah. Menangis di pelukkan seseorang ternyata rasanya begitu berbeda dibanding memeluk tubuh sendiri.
Dan sepanjang malam itu, aku hanya menangis sampai aku tertidur di pelukkan Mark.
♦️♦️♦️
Esokkan harinya.
Mataku terbuka perlahan, aku terbangun karena sinar matahari yang menyilaukan memasuki kamar itu dari jendela besar. Hari ini aku terbangun di dalam pelukkan Mark lagi.
Wajah kami berdua begitu dekat. Dia masih tertidur dengan pulas, dia tidak mendengkur tapi aku bisa mendengar suara napas lembutnya.
Aku terdiam sejenak di posisi itu sambil menatapi Mark yang masih tertidur. Hari ini aku merasa lebih baik, biasanya pagi hari setelah menangis aku akan feels like shit. Tapi hari ini terasa beda, hari ini aku merasa begitu lega, merasa begitu tenang dan tidak sendirian.
Mataku menatap Mark. Tenggorokanku semakin kering melihat pemandangan di hadapanku.
Mark terlihat begitu tampan dan seksi. Dia topless sehingga aku bisa melihat tato yang memenuhi lengan hinga dadanya. Jangan lupa perut eight-pack dan lengan berototnya. Dia terlihat begitu perkasa.