DARK ROMANCE! BACA TRIGGER WARNING DULU SEBELUM BACA INI!
Lara selalu merasa diawasi. Ke mana pun dia pergi, dia selalu merasa ada mata yang mengawasinya. Awalnya dia pikir semua ini hanyalah bayangannya saja. Sampai suatu hari. Dia menyadari, kalau...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
MARK'S POV:
Aku tidak mungkin salah. Ini tulisan Lara. Selama dua tahun ini, setiap aku menyelinap ke apartemennya, aku selalu melihat-lihat apa yang dia tulis di buku kuliahnya dan buku jurnalnya.
Tanganku langsung membuka gallery foto di ponselku, dan mencari foto isi buku jurnal Lara yang pernah ku ambil.
Setelah scroll selama beberapa menit, akhirnya aku menemukannya. Aku membuka foto tersebut dan meletakkannya di samping kertas itu, untuk menyamakan tulisannya.
Benar, ini tulisan Lara. Setiap hurufnya persis seperti tulisan tangan Lara. Artinya, memang Lara yang menulis ini.
Lara tidak diculik. Tapi bisa saja ini memang penculikan yang dibuat terlihat seperti Lara kabur. Aku harus memeriksa kamera CCTV dulu untuk memeriksa semuanya.
Kakiku melangkah cepat menuju surveillance room, ruangan di mana para petugas memantau seluruh CCTV dari mansion ini.
Mansion ini sangat aman, penyusup mustahil masuk. Dan sebaliknya, siapa pun di dalam mansion ini sulit keluar tanpa terdeteksi. Harusnya penjaga akan mengabariku jika Lara keluar tengah malam.
Saat sedang menuju surveillance room, aku berpapasan dengan Tobias dan Hannah yang turun dari tangga dengan wajah bingung. Sepertinya mansion sangat bising karena para penjaga mencari Lara.
Kenapa mereka berdua turun bersamaan? Batinku.
Tapi aku tidak peduli dengan itu. Aku tidak menghiraukan mereka, dan tetap berjalan tanpa menyapa mereka. Tobias langsung mengikutiku yang berjalan dengan cepat.
"Apa yang terjadi di sini?" tanya Tobias bingung.
"Lara menghilang," jawabku, rahangku sangat kaku. Kepalaku sangat kacau sekarang. Pertama Sierra, sekarang Lara.
What the fuck is happening here?
Hannah sepertinya juga mengikutiku, karena aku bisa mendengar suaranya di belakangku. "Menghilang?" ulangnya sangat kaget. "Apa diculik juga?" tanya Hannah.
Tidak. Aku tidak percaya ada orang yang mampu menyusup ke sini dan menculik Lara semudah itu di bawah hidungku.
Sesampai di surveillance room, aku memasukkan PIN pada pintu untuk membukanya. Setelah itu, verifikasi dilakukan menggunakan biometrik iris mata dan sidik jari.
Begitu pintu terbuka, Hannah terdengar terkejut melihat semua penjaga di dalam ruangan tidak sadarkan diri. Di sebelah mereka ada gelas kopi yang sudah dingin.
Mataku melihat dada mereka yang masih bernapas. Setidaknya mereka tidak mati.
Tanganku mengambil kopi dan mencoba menciumnya. Tidak tercium apa pun, hanya wangi kopi, tapi sepertinya mereka diberi obat tidur. Tidak mungkin mereka tidur begitu saja disaat mereka sedang bertugas.