Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 23 - Emergency Stairs

308K 9.3K 4.5K
                                        

SESUAI JANJI! DOUBLE UPDATE!
Total Kata : 2.900 Kata

♦️♦️♦️

LARA'S POV:

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

LARA'S POV:

"Mark—"

Tiba-tiba dia sudah merobek celana dalamku membuat aku terkesiap kaget. Kali ini aku menoleh ke belakang dengan cepat, ingin komplain.

Tapi sebelum ucapanku keluar, Mark sudah melebarkan kedua bokongku, membuat aku menahan napasku karena sekarang vagina dan analku tertampang jelas di hadapannya. 

Di situ mataku bertemu dengan mata gelap Mark dibalik topeng mengerikan itu. Dia menatapku sejenak, sebelum menatap vagina dan analku. Jantungku benar-benar terasa berpindah ke tenggorokanku. 

Dia tidak mengucapkan apa-apa, dia hanya menatapku dengan matanya itu. Aku harus melakukan sesuatu. 

"Dengar, aku tidak mencoba kabu—" ucapanku terpotong karena tiba-tiba Mark menampar vaginaku dengan telapak tangannya, kencang.

Aku terkesiap, tepat saat itu aku merasa vaginaku berdenyut tanpa izin merasakan sensasi percampuran antara sakit dan nikmat itu. 

Oh, astaga. Batinku.

"Jangan berbohong padaku, little chipmunk," ucapnya dengan nada rendah, dia terdengar marah.

Napasku mulai tidak beratur, jantungku berdebar-debar sangat cepat. Kenapa dia sudah pulang? Kata Mrs. Morgan seharusnya dia pulang tengah malam.

"Aku tidak berbohong," jawabku berbohong, dengan tenggorokanku sudah terasa begitu kering. 

Mark meraba bibir vaginaku dengan jarinya, dan berkata. "Hmm, benarkah?" 

Aku mengigit bibirku, takut mengeluarkan suara desahan ketika merasa sensasi itu. Entah kenapa, vaginaku terasa lebih sensitif jika Mark menyentuhku. 

"Oke, ku tanya lagi, kenapa kau mau kabur kali ini?" tanya Mark, masih meraba vaginaku. Walaupun dia meraba vaginaku dengan ringan, tapi aku bisa merasakan segalanya. Aku mengigit bibirku. 

"Aku tidak kabu—"

"Sekali lagi kau berbohong, selama 48 jam ke depan aku tidak akan membiarkanmu keluar dari kasur," ancamnya sangat serius.

Mendengar ancaman itu aku langsung panik. Kalau pria lain yang berbicara itu aku tidak akan percaya. Tapi kalau Mark, dia sudah membuktikannya sendiri beberapa hari lalu kalau staminanya bukan seperti manusia normal.

Sialan, dia sepertinya tidak bercanda. Batinku frustasi.

Akhirnya aku berkata. "Aku harus menghadiri ulang tahun Hannah, Mark. Dan aku ada kuliah, for fuck's sake!

Kali ini jarinya meraba klitorisku, membuatku terkesiap dan mengigit bibirku kuat.

"Bukannya aku sudah bilang jika kau kabur lagi, aku akan menghukummu?" tanya dengan suara begitu rendah dan berbahaya.

Becoming Mafia's PetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang