DARK ROMANCE! BACA TRIGGER WARNING DULU SEBELUM BACA INI!
Lara selalu merasa diawasi. Ke mana pun dia pergi, dia selalu merasa ada mata yang mengawasinya. Awalnya dia pikir semua ini hanyalah bayangannya saja. Sampai suatu hari. Dia menyadari, kalau...
Hi! Karena aku telat updatenya, jadi aku double update hari ini!
♦️♦️♦️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LARA'S POV:
Keesokan harinya. 03:00 P.M.
Aku dan Mark sudah di mobil, perjalanan menuju hotel, di mana keluargaku, Hannah dan Tobias menginap.
Saat ini kepalaku sudah di bahu Mark dengan tangannya di pinggangku. Tidak ada yang berbicara, mobil begitu sunyi dengan hujan yang sedang turun cukup deras di luar.
Semalam, aku dan Mark mengobrol di kasur sampai kami ketiduran sambil berpelukan. Rasanya begitu hangat dan nyaman. Mark adalah rumahku. Sepertinya semalam adalah tidur ternyenyakku sejak tiba di Kanada.
Aku tahu semalam dia marah karena kelakuanku, tapi dia menahan amarahnya itu demiku, hatiku kembali menghangat mengingat itu.
Tiba-tiba, ponselku berbunyi, sebuah pesan masuk. Kepalaku terangkat sejenak dari bahu Mark, lalu aku membuka ponsel untuk melihat pesan yang masuk.
Jasper: Aku akan sampai di hotel dalam dua jam.
Aku sudah memberitahu Jasper kalau Mark menemukanku, tapi anehnya, Jasper tidak terdengar kaget tadi di telpon. Apa Jasper mengetahui hal ini sebelum aku? Atau mungkin perasaanku saja? Mungkin Jasper masih di Castelli, jadi dia harus menahan rasa kagetnya.
"Siapa?" tanya Mark yang di sebelahku, matanya melirik layar ponselku dengan penasaran.
"Jasper, dia akan tiba dua jam lagi," jawabku.
Rahang Mark menggertak. "Terlalu lama, suruh dia datang dalam tiga puluh menit" perintah Mark tidak sabaran.
Well, semua hal yang berkaitan dengan Jasper, Mark menjadi tidak sabaran.
"Dia masih ada shift kerja, Mark," jawabku sambil menatapnya. "Lagi pula kalau Jasper datang sekarang, kalian akan tetap melaksanakan misinya pada malam hari."
Mark terlihat kesal, tapi akhirnya dia tidak komplain lagi setelah itu, dia hanya terdiam. Aku menahan senyuman geliku. Dia cemburu aku kabur dengan Jasper. Dia tidak suka dengan pemikiran aku sering berduaan dengan Jasper.
Setelah meletakan ponsel ke dalam tas, aku kembali meletakkan kepalaku di bahunya. Dia menoleh, aku bisa merasakan bahunya menjadi relax.
"Badanmu enak?" tanya Mark. Aku menjawabnya hanya dengan anggukan.
Aneh sekali. Hari ini badanku terasa enak. Tidak ada morning sickness seperti kemarin. Seolah janinku bisa merasakan keberadaan ayahnya di sini. Aku mendekatkan diriku ke tubuh Mark sehingga jarak antara kami sudah begitu dekat, tangannya pun sudah kembali di pinggangku.
Mark mengecup puncak kepalaku. "Bilang padaku jika tidak enak badan," ucap Mark. Aku menahan senyumanku dengan kepedulian Mark.
Aku bisa merasakan dia semakin posesif padaku sejak tahu aku hamil. Tapi aku tidak komplain seperti biasanya. Kali ini, aku... menyukainya.