DARK ROMANCE! BACA TRIGGER WARNING DULU SEBELUM BACA INI!
Lara selalu merasa diawasi. Ke mana pun dia pergi, dia selalu merasa ada mata yang mengawasinya. Awalnya dia pikir semua ini hanyalah bayangannya saja. Sampai suatu hari. Dia menyadari, kalau...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
LARA'S POV:
Hari ini banyak hal yang membuatku kaget, dan ini salah satunya. Mark tidak pernah menceritakan secara detail bagaimana Ayahnya meninggal. Untuk Ibunya, dia pernah cerita kalau Ibunya dibunuh seorang bernama Yusef Dawoud, musuh Ayahnya.
Tapi, tunggu—Kalau Mark memang membunuh ayahnya, tidak mungkin dia bisa jadi Boss dari keluarga Dolton dengan mudah.
Evelyn menambahkan. "Tapi itu tidak terbukti, dan hanya gosip belaka dari mulut ke mulut di keluarga-keluarga mafia. Karena Mark tidak pernah menunjukan kalau dia akrab dengan Ayahnya."
"Ini lah yang membuat Castelli bisa bekerjasama dengan keluarga mafia berpengaruh, seperti keluarga Ricci. Gio Castelli memanfaatkan gossip ini, dia bahkan yang menyebarkannya, mengatakan kalau Mark adalah ancaman," seru Evelyn. Sepertinya dia sudah melihat semuanya selama di Castelli.
"Kenyataannya, Gio hanya ingin balas dendam karena Carlo sudah membuat adik satu-satunya hamil. Sebelumnya Gio sudah berencana menikahkan Aria pada keluarga Ricci, untuk aliansi. Tapi Ricci tidak mau menerima Aria karena Aria hamil," tambah Evelyn.
"Gio sangat marah pada Carlo. Dia mencoba memakaiku, untuk balas dendam. Tapi tidak berhasil. Karena Carlo tidak pernah mencintaiku, he doesn't give a fuck about me, I'm just his tool," ucap Evelyn sambil tersenyum simpul.
"Dia bahkan membuat seolah-olah aku sudah meninggal," tambahnya.
Kali ini aku membalas remasan tangan Evelyn. Sepertinya aku tidak bisa menyembunyikan wajah simpatiku, karena Evelyn sudah berkata.
"Tapi aku tidak menyesal. Jika aku tidak menikah dengan Carlo, aku tidak akan memiliki Mark dan Sierra. Dan mungkin aku tidak akan pernah kenal dengan Tobias. Mereka adalah cahayaku," ucap Evelyn tulus, sambil tersenyum.
Mata Sierra berkaca-kaca. Dan untuk pertama kalinya, aku bisa melihat mata dingin Tobias melembut.
Tepat saat itu, suara ledakan lain terdengar dari atas. Membuat semua di situ tersentak kaget.
"Apa itu?" tanyaku khawatir.
Sepertinya Tobias mendengar sesuatu dari Mark di earpiece-nya, karena setelah itu dia berkata. "Mark sudah menemukan tempat persembunyian petinggi-petinggi Castelli. Dia akan segera kembali."