Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 70 - Sierra

139K 9K 6.9K
                                        

BACA CHAPTER 69 DULU!

INI DOUBLE UPDATE!

JANGAN SALAH URUT BACA!

TOTAL KATA: 2.500 kata

♦️♦️♦️

MARK'S POV: 

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

MARK'S POV: 

Setelah perjalanan selama dua puluh menit, kami sampai di sebuah lahan kosong dengan pepohonan di sekitarnya. Tidak terlihat ada rumah di mana pun. Aku sudah berhasil melacak lokasi Jasper sejak seminggu yang lalu, jadi aku tahu di mana persembunyian Castelli.

Tapi kami akan menyusup melalui secret tunnel yang terhubung dengan mansion. Kata Jasper, penjaga di terowongan itu tidak banyak, hanya ada dua di pintu terluar.

Jasper memarkirkan mobilnya di semak-semak tinggi di antara pohon-pohon. Aku mengalungkan senapanku ke belakang, begitu juga dengan Dante dan Tobias. Sebelum ke sini, retasan kamera CCTV Castelli sudah diinstal di ponselku.

Jasper mematikan mesin mobil dan berkata. "Aku akan mengalihkan penjaganya, lalu—" 

"Kita tidak memiliki waktu. Aku akan menembak keduanya," potongku tidak sabaran. 

Tanpa menunggu jawaban mereka, aku sudah membuka pintu mobil. Aku bisa mendengar Dante, Tobias dan Jasper juga keluar dari mobil dan menutup pintu mobil di belakangku. 

Kakiku melangkah dengan langkah stabil, tanpa mengeluarkan suara sedikit pun. Setelah berjalan sekitar 400 meter, akhirnya dua penjaga yang menjaga pintu secret tunnel terlihat juga.

Aku bersembunyi di balik pohon. Dante, Tobias dan Jasper pun ikut bersembunyi di pohon sebelahku. Mataku memperhatikan dua penjaga itu.

Kedua penjaga itu duduk di dalam pos jaga. Yang satu terlihat asyik menonton sesuatu di ponselnya sambil memakan cemilan. Dan yang satu lagi, sedang bersandar di kursi, menyilangkan kedua tangannya di dada, dan terlihat sekuat tenaga menahan kantuknya. 

Oh, hanya dua orang bodoh yang menjaga di sini. Batinku. Tanganku mengambil senapan, tiba-tiba Dante bersuara di sebelahku. 

"Mereka tidak perlu ditembak, kita bisa memakai cara lain," ucap Dante santai, sambil menguyah permen karetnya.

Persetanan. Lebih cepat tembak saja. Aku langsung mengarahkan senapan pada penjaga yang mengantuk itu, jariku bersiap di pelatuk.

Dante kembali bersuara. "Kalau kau menembak satu-satu, yang terakhir kau tembak akan sempat menekan tombol darurat untuk memanggil bantuan."

Dari sudut mataku, aku bisa melihat Tobias mengambil senapannya dari punggung, dan mengarahkan senapannya ke arah penjaga itu juga. "Kau mau yang mana?" tanya Tobias, dengan matanya terfokus pada dua target.

Becoming Mafia's PetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang