Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Chapter 35 - I'm Serious

214K 10.5K 6.8K
                                        

Hi! Total kata: 3.000 Kata ini!

000 Kata ini!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

LARA'S POV: 

Jasper pembunuh bayaran? Jasper si soft boy yang selalu terlihat seperti pria baik-baik?Sejujurnya aku hanya kaget karena dia mampu menyembunyikan ini dariku.

Dia begitu ahli menyembunyikannya sampai aku tidak sadar sedikit pun kalau dia pembunuh bayaran. Selama berpacaran denganku, Jasper tidak menunjukkan ketertarikkannya kepada nembak menembak atau bela diri. 

Jasper yang aku kenal hanyalah mahasiswa kedokteran teladan yang rajin belajar. Well, mungkin inilah alasan sebenarnya dia sering izin belajar, atau sering bilang sibuk. Saat itu aku tidak terlalu memikirkannya.

Tapi sekarang aku tahu, mungkin sibuk yang dia maksud adalah sibuk dengan pekerjaan sampingannya ini. 

Tepat saat itu, tangan Mark yang masih menggenggamku meremas tanganku. Aku bisa merasakan aura posesifnya hanya dari remasan tangannya. 

Mataku melirik Mark dari sudut mataku. Tapi mata Mark fokus menatap Jasper dengan tatapan tajam. Seolah Mark sedang menjagaku dari Jasper.

"Kau tidak perlu khawatir, aku bisa menjaga wanitaku," ucap Mark dingin, dia menekankan kata 'wanitaku' di depan Jasper, seolah ingin mengingatkan Jasper kalau aku adalah wanitanya sekarang. 

Aku merasa sedikit tidak enak dengan Jasper, mengingat aku menolak lamarannya. 

"Benarkah? Tapi, Lara tidak akan terseret ke dalam kekacauan ini kalau dari awal kau tidak berpacaran dengannya," jawab Jasper, terlihat serius.

Alisku terangkat, sedikit kaget, aku jarang melihat sisi Jasper yang seperti ini. 

Mark mentap Jasper sejenak. "Jadi, apa maksudmu? Apa kau menyuruhku melepaskan Lara?" tanya Mark dengan suara begitu rendah.

"Iya, jika kau ingin Lara selamat," jawab Jasper. 

Tepat mendengar itu, Mark melepaskan genggamannya pada tanganku, lalu menarik kerah Jasper, sehingga wajah mereka cukup dekat. Tatapan Mark sudah menjadi tatapan membunuh.

"Tidak akan terjadi. Aku tidak akan melepaskannya. Dan aku akan pastikan dia selamat," ucap Mark. Jasper hanya terdiam mendengar itu, tapi matanya menatap Mark. 

Aku memutar bola mataku. Oh c'mon, para pria ini berbicara seolah aku ini adalah tuan putri lemah yang butuh perlindungan. 

Fucking hell, aku tidak takut dengan Castelli bodoh ini. Entah ada berapa pasukkannya.

"Kalian para pria jangan remehkan aku," ucapku. Suaraku membuat kedua pria itu menoleh ke arahku. 

Aku berjalan mendekati mereka. Mata Jasper melembut. Ya, itu baru tatapan Jasper yang aku kenal, tatapan lembut dan penuh kasih sayangnya. Ketika melihat tatapannya itu, perasaan bersalah tidak asing menggerogotiku.

Becoming Mafia's PetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang