15: Nightmares

418 63 2
                                        

Malam itu terasa lebih dingin dari biasanya, angin berhembus kencang menembus kastil. Seakan memperingatkan untuk tidak keluar, bintang-bintang tertutup oleh awan, menyisakan bulan yang masih bersembunyi juga. Peter mengeratkan sweater rajutnya yang berwarna abu-abu sementara Sirius masih sok tidak merasakan apa-apa.

"Trust me, Sirius. Kau akan terkena flu jika tidak menggunakan sweater." Ucap Mary yang menyadari bulu-bulu tipis di tangan temannya itu berdiri tegak.

"Ha-ha, itu sangat lucu, Mary. Aku tidak akan pernah terkena flu, I know that!"

"Yeah, kau akan langsung demam tinggi dan menemani Remus di Hospital Wings." Sindir James membuat Mary dan Peter menahan tawa mereka.

Memang benar Remus lagi-lagi berada di Hospital Wings, baru tadi sore Madam Pomfrey menjemputnya dari kelas, mengingatkannya untuk meminum obat sebelum alerginya menjadi parah. Mary sangat ingin menjenguknya, sayang sekali Madam Pomfrey tidak mengizinkan siapapun memasuki Hospital Wings dimalam hari.

"Remus pasti bosan, harusnya ia bisa menyelinap keluar bersama kita." Celetuk Peter membuat perasaan Mary semakin memburuk. Ia benar-benar ingin menjenguk Remus.

"Oh percayalah, dia pasti menikmati waktunya untuk melewatkan kelas Minnie besok."

"Minnie?" Kedua alis Mary berkerut mendengar nama yang tidak familiar dari mulut Sirius.

"McGonagall." Sahut James memberitahu.

"Aku bertaruh dia akan memberimu detensi saat kau memanggilnya seperti itu."

"My queen, kau tidak mengenalnya sebaik aku." Balas Sirius membuat Mary agak sebal.

Lorong diluar dapur terlihat sepi, keempat bocah itu berjalan perlahan dibawah invisible cloak milik James. Entah kenapa, malam itu tidak banyak prefek yang berkeliaran, malah nyaris tidak ada.

Hal ini membuat Sirius dan James senang, mereka jadi lebih santai menyelinap malam ini. Tapi hal ini justru membuat Peter ketakutan dan berpikir ada sesuatu yang mengerikan, sedangkan Mary juga menangkap ada sesuatu yang janggal meskipun ia tidak tahu apa itu.

Rasanya seakan.. Prefek sengaja tidak dipatrolikan malam ini untuk membiarkan seseorang bisa keluar masuk.

Suara derap langkah kaki yang terburu-buru membuat keempat bocah Gryffindor itu refleks mematung. Keempatnya benar-benar terdiam dan berusaha tidak bergerak ataupun menciptakan suara sedikitpun.

"You don't need to worry at all, you'll be fine.."

Suara Madam Pomfrey terdengar berusaha meyakinkan namun terburu-buru.

"Tolong biarkan aku sendirian saja disana, aku tidak ingin siapapun terluka.."

"Tidak akan ada yang terluka, kau juga harus berusaha untuk tidak melukai dirimu sendiri Mr. Lupin."

Kedua mata keempat bocah itu membelalak kaget, Mary refleks menutup mulutnya rapat-rapat agar tidak mengeluarkan suara. Mereka bisa melihat dengan jelas Madam Pomfrey berjalan cepat bersama seorang bocah laki-laki berambut coklat yang tidak lain adalah kawan mereka sendiri, Remus Lupin.

Pertanyaannya adalah, untuk apa mereka berdua menyelinap keluar kastil malam ini disaat sore tadi Remus dijemput karena alerginya?

Segera setelah Madam Pomfrey dan Remus telah berada diluar, Sirius memulai pembicaraan.

"Did you guys see that? Kalian lihat kan? Itu benar-benar Remus?"

"Dia mengatakannya dengan jelas, Mr. Lupin! Siapa lagi Lupin selain Remus di kastil ini?" Balas James bingung.

Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang