Musim dingin datang terasa lebih cepat dari biasanya, banyak siswa memutuskan tidak pulang ke rumah Natal kali ini termasuk Mary. Meskipun Lily dan Marlene pulang, ia memutuskan untuk tinggal di Hogwarts setelah menerima surat dari ayahnya.
Benedict mengirimkan surat permintaan maaf karena dia tidak akan bisa dirumah Natal kali ini, dampak penyerangan Pelahap Maut pada kementrian juga mempengaruhi bisnis pria itu. Peraturan ketat yang dibuat menteri perdagangan barang-barang sihir membuat Benedict harus mengurus sendiri distribusi produk-produk yang ia urus, hal ini untuk meminimalisir mata-mata Voldemort di seluruh bidang dunia sihir.
Tidak ada yang lebih mengkhawatirkan bagi Mary selain memikirkan nasib sang ayah, apalagi ayahnya selalu bekerja sendirian, tanpa asisten ataupun seseorang yang mungkin saja bisa membantunya dalam keadaan sulit.
"Good morning, lady Marianne." Sapa remaja pirang tahun ke-enam tiba-tiba duduk di depan Mary.
"Good morning, Rodent. Tidak pulang untuk Natal?"
"Orangtuaku berlibur ke Switzerland dan aku tidak terlalu suka pergi kesana, so cold out there and I don't like doing activities when it's cold." Rodent mengambil 1 gelas Pumpkin Juice diatas meja, "Bagaimana denganmu? Kenapa tidak pulang?"
Mary meletakkan garpunya keatas piring, berhenti makan untuk menghargai kakak kelas yang mengajaknya bicara saat ini, "Ayahku mengurus pekerjaan di Bulgaria, dia tidak pulang untuk Natal kali ini dan dengan begitu aku tidak punya alasan untuk pulang."
"You look worry.."
"It's nothing, kau pasti akan menganggapku aneh setelah mendengar alasanku."
"Tidak ada yang aneh dari dirimu, Marianne. Katakan saja, you know I'm an open-minded person, right?"
Cengiran khas Rodent menyebabkan keraguan di hati gadis bersurai coklat sirna, mungkin memang tidak apa-apa, pikir Mary akhirnya mengeluarkan nafas dalam.
"Aku khawatir pada ayahku, you know? The Dark Wizard, his death eaters.. Kau pasti berpikir aku aneh dan penakut tapi aku memang benar-benar ketakutan."
"Nothing wrong with that, it's normal. Semua orang takut, kau takut, aku takut bahkan aku berani bertaruh Professor Slughorn juga takut."
Mary terkekeh, ucapan Rodent mengingatkannya pada sikap aneh Slughorn beberapa minggu lalu di ruang kerjanya. Tampaknya ketakutan ini memang normal dimiliki oleh penyihir sekalipun. "Thank you for saying so, makanlah, Chipolatanya enak." Sahut Mary kemudian membuka buku yang akhir-akhir ini ia baca.
Rodent mengambil 1 buah sosis dan memakannya lahap, tidak ada yang lebih enak dari hidangan Hogwarts saat Natal, tapi bukan itu alasannya pergi ke ruang makan pagi ini.
"Apa yang ingin kau lakukan setelah ini Marianne?"
"Probably reading books in library or something, tidak ada yang bisa dilakukan di hari libur seperti ini."
Rodent mengambil buku dari tangan Mary, membuat fokus gadis itu sepenuhnya teralihkan ke sang kakak kelas.
"Mau ke Hogsmeade bersamaku?"
...
"Kau berjalan terlalu cepat, kau yakin kakimu tidak sakit berjalan secepat itu?" Tanya Rodent ikut mempercepat langkahnya agar bisa sejajar dengan Mary.
Mary tersenyum canggung, ia sengaja agar mereka tidak berjalan beriringan, rasanya aneh karena ini pertama kalinya ia keluar berdua dengan seorang remaja laki-laki selain teman-temannya. Rodent juga temannya, tapi berjalan berdua ke Hogsmeade ditengah salju yang turun hanya sedikit? Terdengar seperti sebuah kencan yang tidak diinginkan Mary.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
FanfictionTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
