46: Fifth Year

279 39 2
                                        

"Selamat telah terpilih sebagai Prefek Gryffindor, Remus Lupin!" Sir Nicholas, hantu itu jadi penyebar kabar bahwa Remus dipilih sebagai Prefek oleh Dumbledore.

"Thanks, sir Nicholas!"

"Begitupula dengan kalian berdua nona-nona cantik!"

Lily tersenyum bangga, harusnya memang begitu, tapi Mary malah letih lesu. Harusnya Prefek tahun ini hanya dipilih 2, dan Dumbledore memilih Lily dan juga Remus karena mereka siswa yang rajin. Tapi kenapa pak tua itu meminta Mary menjadi Prefek cadangan juga?!

"Thank you so much, sir Nicholas!"

"And why you don't look happy, Miss Brosvett?" Tanya hantu itu melayang tepat didepan Mary sekarang.

Great, hantu bahkan lebih peka dari Dumbledore dan teman-temannya.

"Aku hanya sedang memikirkan cara membagi waktu, Sir Nicholas, sebentar lagi kami O.W.L."

"Oh, kau pasti akan bisa melewatinya. Good luck untuk kalian!"

Meskipun alasannya bagus agar ia bisa lebih leluasa membantu Remus bertransformasi, tetap saja ini juga tugas yang cukup merepotkan. Sangat merepotkan karena ia yakin teman yang sudah ia anggap saudaranya sendiri- James dan Sirius, mereka berdua pasti akan banyak tingkah.

"Kurasa kita bertiga harus bekerja sama mulai sekarang, Remus, Mary." Lily memberikan Remus dan Mary masing-masing lencana Prefeknya, punya Mary berbeda karena ia dapat lencana Prefek 'Cadangan'.

"Kau tahu chemistry kita sangat bagus, Lily." Mary mengambil lencananya, memasukannya kedalam saku jubah, ia tidak merasa bangga dengan posisinya saat ini.

"Yeah, I know, tapi kuharap Remus disini tidak banyak macam-macam untuk melindungi teman-teman tersayangnya." Sindir Lily bercanda namun setengah serius.

"Marauders, Lily."

"Marauders?"

"Mereka menyebut diri mereka The Marauders."

"Fine, Remus, Mary, jangan pilih kasih pada Marauders!"

Remus dan Mary bertukar pandang, mereka tidak mungkin tidak melindungi James dan Sirius. Namun mereka tetap mengiyakan perintah Lily.

"Trust me, I won't, aku akan jadi orang pertama yang mengatakan 'Ten points from Gryffindor' saat aku memergoki mereka berkeliaran di malam hari." Balas Remus menahan tawanya.

"Kalau kau berbohong, aku tidak akan membiarkan Mary menghabiskan waktunya denganmu, Remus."

"What..? Lily, itu kejam. Kau tahu hanya Mary yang bisa kuajak belajar bersama."

"Kau setuju kan, Mary?" Lily mengedipkan matanya centil, dan Mary menyukai sikap temannya yang sangat girly itu.

"Apapun akan kulakukan untukmu, Lily. You know that.."

"Oh dengar itu, Remus? Jika aku jadi kau, aku akan sangat cemburu.." Lily menggandeng tangan Mary erat, "Kalau begitu boleh aku tidur di ranjangmu malam ini, Mary?"

Permintaan Lily pada Mary sukses membuat Remus mendelik tajam. Apa-apaan? Kenapa Lily seakan ingin membuatnya cemburu dengan menunjukkan kedekatannya pada Mary?

"Tentu saja boleh, Lily." Jawab Mary tidak tahu sebenarnya apa yang direncanakan temannya.

Lily tersenyum puas dan menunjukkan ekspresi sombongnya pada Remus, ia menggelayut manja di lengan Mary membuat Remus ingin sekali rasanya menyeret Snape kesini, menyuruhnya mengambil sahabatnya itu agar tidak lagi menempel pada Mary.

Tidur dengan Mary? Dia juga sudah pernah merasakannya kok! Meskipun dengan Sirius dan James juga, tapi itu sama saja kan? Bahkan Mary memeluknya sambil menangis! Oh, Remus harap Mary tidak memeluk Lily malam ini.

Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang