68: Start Over

428 46 3
                                        

James membuka pintu kamarnya dengan kaki, menenteng ranselnya dan menatap kedua anak manusia yang berbaring di ranjangnya masing-masing disana terkejut melihatnya.

"Get out of here, Richett. Aku sudah merindukan ranjangku sendiri." Ucapnya pada teman seangkatan mereka yang bertukar kamar dengannya beberapa hari ini.

Remaja bernama Richett itu gelagapan dan langsung mengemasi barang-barangnya, memasukkannya ke dalam ransel dan berjalan cepat keluar sebelum James Potter mengeluarkan trik jahil.

Sedangkan pemilik ranjang satunya, menatap James dengan tatapan tidak percaya, roommate-nya memutuskan untuk kembali. Apakah itu berarti ia sudah dimaafkan?

James duduk di pinggir ranjangnya, menatap Sirius tajam, cukup lama hingga akhirnya membuang nafas kasar.

"Aku dengar kau sudah minta maaf pada Snape?" Tanya si bocah berkacamata pelan.

"Ya, dia memaafkanku. Mungkin karena Mary, tapi yang pasti dia memaafkanku."

"Good to hear that."

Sirius mengangguk pelan, tersenyum tipis merasakan sang teman yang perlahan-lahan bersikap biasa kepadanya.

"Aku memaafkanmu, tapi jangan ulangi lagi kecerobohanmu, kau tidak hanya hampir melukai Moony- tapi kau nyaris membunuh Lily dan Mary." Sambung James tegas.

Kedua mata Sirius membesar, tidak percaya setelah berhari-hari James mengabaikannya, sekarang ia berhasil mendengar kata memaafkan dari sang sahabat.

"Don't worry, aku sudah menyadari kesalahanku. Aku tidak akan pernah melakukan itu lagi. Aku tidak pernah ingin melukai Mary, you know I love her so much."

"Yeah, aku harap kau mengingatnya terus. She's not only my bestfriend, she's part of my family. Dia wanita ketiga yang aku sayangi setelah ibuku dan Lily."

Sirius mengangguk, "I got that, karena bagiku dia satu-satunya gadis yang aku sayangi.." Ucapnya pelan, kalimat terakhirnya pun dibuat sepelan mungkin, seakan tidak ingin James mendengarnya.

Tapi bocah berkacamata itu tidak lagi dibutakan oleh dirinya sendiri, ia bisa melihat keadaan sekitarnya sekarang. Termasuk jelasnya perasaan Sirius pada Marianne.

•••








Marlene berlari kecil menuju meja makan, buru-buru duduk di samping Lily sebelum James merebut tempatnya lagi.

"Rumor has it, mereka bilang kau berkencan dengan Potter kemarin." Ucap si pirang mengeluarkan gosip-gosip yang ia dengar dari yang lain.

"It's not a rumor, it's real."

"No way! Kau akhirnya melihat sesuatu pada dirinya?!"

Lily berusaha menahan senyum di wajahnya yang sudah memerah tomat sedangkan Mary dan Remus terkekeh. Ikut senang karena Lily dan James akhirnya ada kemajuan.

"What's with the smile? Apa kalian berkencan juga?!" Goda Marlene membuat Remus dan Mary membuang muka yang ikut memerah seperti Lily.

"Uhm.. No.."

"Look at them Marls, mereka sudah seperti old couple, bahkan makan berdua di meja ini pun sudah terasa seperti kencan bagi mereka." Sahut Lily ikut menggoda.

"Baguslah kau tidak jadi dengan Stebbins, Remus. Aku tak bisa membayangkan bagaimana dia akan bertingkah jika kau benar-benar berkencan dengannya! Iewh!"

Marlene menyendok ayam di piringnya dan memakannya dengan tenang, sesekali matanya melirik ke arah pintu Hall. Dan tidak ada yang menyadari gestur kecil itu.

Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang