"Dia memberikan hadiah yang sangat banyak padaku, apa artinya itu?"
"It's because your birthday, Remus.."
"But she gave me her old sweater as well, aku bisa mencium baunya dengan itu.." Lanjut bocah serigala itu membuat Sirius hampir menyerah.
"Itu juga hadiah ulang tahunmu.."
"Dia bilang aku terlihat cocok menggunakan kemeja.. Apa kau pikir dia benar?"
"Demi janggut Merlin, Remus! Sudah seminggu! Dan kau terus membicarakan hal itu, like you won a lottery or something! Could you just shut up?!" Bentak Sirius sudah pusing terus menerus mendengar Remus membicarakan hadiah ulang tahunnya dari Mary.
Sudah seminggu Remus memakai dan membicarakan kenapa Mary memberikan banyak barang sebagai hadiah ulang tahunnya kali ini. Sebenarnya jawabannya simple, ada banyak barang yang tidak dimiliki Remus meskipun dia sangat membutuhkannya. Baju baru, seragam baru, sepatu dan bahkan kaos kaki baru. Mengingat bocah itu bertransformasi setiap bulan dan selalu merusak 1 set pakaiannya.
Jadi Mary memutuskan memberi hadiah ulang tahun berupa barang-barang baru itu pada Remus, tentu saja dibagi dengan teman-temannya yang lain tapi Mary memberi paling banyak.
Remus langsung terdiam setelah itu, berhasil membuat Sirius merasa bersalah dan keluar dari kamar mereka. Menuju Common Room yang sepi karena Minnie tidak mengizinkan siapapun berisik malam ini.
"Sirius?" Panggil seseorang yang baru saja keluar dari kamar perempuan.
"Mary? Kenapa belum tidur?"
"Aku hanya ingin minum, how about you?"
Mary mengambil segelas air sambil memperhatikan gerak-gerik bocah itu seksama. Sirius tidur telungkup diatas sofa, "Remus mengoceh tidak jelas, ugh dia benar-benar berisik akhir-akhir ini. Mungkinkah ini berhubungan dengan dirinya yang lain?"
"Well, I never know about that, tapi bisa jadi iya. Mungkin serigala dalam dirinya juga sedang mengalami pubertas?" Kalimat terakhir diucapkan Mary sepelan mungkin.
"Pubertas? That's make sense.."
Mary ikut duduk di sofa didepan Sirius setelah selesai minum, "Apakah tidur telungkup seperti itu nyaman?"
"Yeah, lumayan."
"Kau tidak banyak bergerak akhir-akhir ini."
"RJ memaksa kami latihan terus menerus, kami semua kelelahan. Why? Kau tertarik dengan ajakannya sekarang?" Sirius malah balik bertanya, membuat Mary memutar bola matanya malas.
"Of course not, aku hanya penasaran dengan sesuatu.."
Belum sempat membalas ucapan Mary, gadis berambut coklat itu menjentikkan jarinya, membuat kaos Sirius tersingkap, memperlihatkan punggung yang.. Dipenuhi luka. Sebagian sudah kering, namun masih ada yang belum.
"Sirius.. Why-"
Sirius terkejut, lalu bangun untuk menurunkan kaosnya, menutupi apa yang memang seharusnya ditutup. Itu adalah aib keluarga Black. "Mary, aku tidak ingin marah padamu. But what the hell are you doing?"
Gadis itu hanya diam, tidak lama, mungkin sekitar semenit. Kemudian beranjak, kini duduk disamping Sirius dengan ekspresi aneh. "Kenapa kau tutupi dari kami?"
"Ini adalah aib keluargaku, kalian tidak seharusnya tahu."
"Tapi aku seharusnya tahu, kau sudah berjanji akan mengatakan padaku jika ada sesuatu yang membebanimu."
"Ini tidak membebaniku, aku sudah berhasil menutupinya selama ini. It will be fine." Ucap Sirius keras kepala.
Mary menggelengkan kepala, tidak habis pikir. Untunglah Alphard memberitahunya saat itu. "Apapun yang akan kulakukan padamu, jangan protes." Gadis itu mengeluarkan sebotol kecil cairan dari saku piyamanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
FanfictionTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
