Hello, Dad
Apakah Dad tahu? Akhir-akhir ini aku merasa kesepian. Remus menjauh dariku, dari kami, dari James, Sirius dan juga Peter. Yah, meskipun Lily dan Marlene selalu menemaniku tapi rasanya berbeda karena salah satu dari temanku menciptakan jarak diantara kami.
Dad, aku juga punya rahasia yang aku tidak ingin orang ketahui. Dan sekarang aku mengetahui rahasia Remus yang tidak ingin diketahui orang lain, rasanya aku mengerti kenapa ia marah padaku, pada kami. Aku sama sekali tidak masalah dengan rahasianya, aku juga ingin menjaga rahasia itu dengannya, tapi Remus menjauhiku dan aku sangat merasa bersalah.
Apakah Dad tahu apa yang harus kulakukan agar ia memaafkanku dan bisa kembali berteman dengan kami? Aku sungguh ingin tahu, Dad. Tolong berikan saranmu, aku akan sangat senang jika Dad memberikan saran.
Dari Putrimu Tersayang
Marianne
Mary melipat kertasnya menjadi lipatan kecil, lalu memasukannya kedalam amplop dengan cap keluarga Brosvett saat Lily membuka pintu kamar dan masuk.
"Ingin mengirim surat?" Tanya Lily tertarik.
"Yeah, I miss my dad. Mau ikut denganku mengirimnya?"
Lily mengangguk senang, "Ayo, aku juga butuh jalan-jalan."
Mary tersenyum, beranjak dari kursi dan meraih jubah Gryffindornya. Memasukan surat ke dalam saku jubah agar tidak hilang dijalan menuju menara dimana burung hantunya ada disana.
"Kau tidak terlihat bersemangat akhir-akhir ini, apakah ada hubungannya dengan Remus?" Tanya Lily khawatir.
"Remus marah kepadaku dan dia menjauh. Aku bisa memahami itu, tapi rasanya tidak nyaman, you know?"
"Well, I think he's distancing himself from everyone. Dia tidak hanya menjauh darimu, dia menjauh dari semua orang. Dia mengabaikan Potter, Black dan Pettigrew. Aku juga menyapanya beberapa waktu lalu, tapi dia seakan tidak mendengar."
"Itu bahkan lebih buruk, Lily. Aku takut dia kesepian." Ujar Mary merasa bersalah.
"Aku rasa aku bisa mengerti, kadang Severus menjauh dariku agar para Slytherin tidak mengganggu kami."
"Snape menjauh darimu? Bukankah dia biasanya bisa menerima para Slytherin itu melemparinya dengan batu?"
Kening Lily berkerut, "Dia bilang, dia sendiri tidak masalah jika dia yang dilempari baru atau diganggu oleh mereka. Tapi dia tidak ingin aku ikut terluka karenanya, oleh karena itu lebih baik dia menjauh sesekali agar para Slytherin itu tidak mengganggu kami."
Mary tertegun, apa yang dilakukan Snape sama dengan apa yang dikatakan Remus beberapa waktu lalu.
"Menurutku, ini tidak terlalu menyakitkan.. Melihat temanku terluka lebih menyakitkan daripada luka-luka ini."
"Lily, Remus juga pernah mengatakan hal yang sama padaku. Saat itu dia tahu jika ada anak-anak Slytherin yang mengganggu kita.."
"Saat Avery, Rosier dan lainnya membuat kita terjatuh?"
"Ya, dia bilang dia tidak ingin temannya terluka karena itu menyakitkan baginya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
FanfictionTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
