"Finally..! Oh.. Aku akan sangat merindukanmu, Hogwarts Express..!" Marlene memeluk erat-erat besi kereta tua yang baru saja berhenti di stasiun London itu.
Lily meletakkan kedua tangannya di pinggang, "Marlene, seharusnya kau merindukan Hogwarts, bukan kereta ini.."
Mary menarik koper kecilnya turun dari kereta, lalu tertawa melihat kelakuan Marlene. "Don't stop her, Lily.. Aku tidak mau dia menulis 'aku merindukan bau asap Hogwarts Express' di suratnya untukku setiap minggu."
"I won't stop her, Mary. Aku juga tidak ingin sampai hal itu terjadi."
"Kita tidak akan bertemu selama lebih dari 2 bulan.. Aku akan sangat merindukan kalian, you know that?" Mary meletakkan kopernya dan membuka kedua tangannya lebar-lebar.
Tiba-tiba saja Lily merasa sedih, gadis itu langsung memeluk Mary erat. Dia tidak akan bisa bertemu dengan Mary selama 2 bulan dan itu pasti akan membosankan. Mengingat selama tahun kedua ini pertemanan mereka jadi lebih dekat dan hampir setiap harinya mereka bertemu.
"Aku akan sangat, sangat merindukanmu, Mary.. Sepertinya aku akan mengirim surat padamu seminggu 2 kali.. Atau bolehkah 3 kali?"
"Aku tidak keberatan meskipun kau ingin mengirim 5 kali, tapi burung hantumu akan lelah dan aku tidak tega."
"Hey! Kalian tidak melupakanku, kan?!" Seru Marlene akhirnya melepaskan besi kereta tua Hogwarts dan bergabung dengan teman-temannya.
"Tolong jaga diri kalian dengan baik, okay?" Pinta Lily mengingat banyaknya rumor tentang penyihir jahat merebak akhir-akhir ini.
"Kau juga, Lily. Tolong jaga dirimu hingga kita bisa kembali ke tempat teraman di dunia."
Setelah itu kedua orang tua Lily datang menjemputnya, begitupula dengan kedua orang tua Marlene.
Karena Benedict tidak kunjung terlihat, Mary duduk di salah satu bangku di stasiun itu. Memperhatikan siswa lain yang dijemput dan kembali ke rumah. Samar-samar matanya melihat Sirius dari kejauhan, tidak sendirian. Sirius bersama dengan seorang bocah laki-laki lainnya, yang mirip dengan Sirius.
Saat melewati Mary, Sirius berhenti sejenak, membuat bocah laki-laki di sampingnya ikut berhenti.
"Kau belum dijemput?" Tanya Sirius melihat ke sekeliling, tidak terlihat Benedict Brosvett sejauh mata memandang.
"Jika sudah, untuk apa aku masih disini, Sillyus?" Mary tersenyum lalu memperhatikan bocah laki-laki disamping Sirius dari atas sampai bawah.
"Don't look at him, Mary."
"Regulus, kan? Dia sangat mirip denganmu." Ungkap Mary jujur.
Tidak hanya Sirius, kini Regulus yang tadi sok tidak peduli itu juga menatap Mary tajam, "Nonsense." Ucap kakak-beradik Black itu bersamaan.
Keduanya saling menatap tajam, tatapan permusuhan yang entah kenapa tidak serius di mata Mary.
"See you again, Mary. As soon as possible."
...
13 July 1973
Hari itu mansion Brosvett didatangi banyak burung hantu, meskipun biasanya memang didatangi banyak surat, hari ini burung-burung itu membawa hadiah yang dibungkus dengan cantik. Mereka dikirim karena ini adalah hari istimewa bagi salah satu penghuni Mansion.
Dan bagian terburuknya, tidak hanya burung hantu saja yang datang di hari spesial itu.
Tok tok tok
"MARY WAKE UP..!!!" Teriak seseorang mengetuk pintu kamar Mary berkali-kali.
"For godric's sakes, Sirius! Ini masih sangat pagi!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
FanfictionTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
