29: Visit Slughorn

318 53 1
                                        

"Hey, Marianne!"

RJ yang melihat kedatangan gadis itu ke Quidditch Field, menyapanya dari atas sapu. Sesuatu yang sebenarnya tidak perlu dilakukan, menurut Remus.

"Hi Rodent!"

"SEMANGAT JAMES!!!" Teriak Remus sekencang mungkin, tidak mempedulikan Mary yang berusaha membalas sapaan RJ.

Bukannya melanjutkan latihan, Rodent menetapkan waktu istirahat 15 menit. Disaat ini, James dan Sirius melesat cepat dengan sapunya ke arah Mary dan Remus.

"RJ menanyakanmu sepanjang latihan-"

"And we're bored because of that, seharusnya dia bertanya sendiri kepadamu." Sirius memotong ucapan James, menunjukkan ekspresi malas.

"Aku sudah memberikan jawaban, aku tidak tertarik masuk tim kalian." Balas Mary menaikkan bahu.

"Yeah, we know that, rasanya seperti dia tidak berniat mencari gadis lain untuk masuk tim."

James turun dari sapunya, duduk diantara Mary dan Remus, "Aku dengar Slughorn akan memberikan tugas membuat ramuan secara berpasangan untuk tugas akhir semester ini."

"And, apa hubungannya itu dengan kita? Kalian pasti akan berpasangan satu sama lain dan meninggalkanku sendirian mencari-cari partner kuali."

"Yang dimaksud James adalah- you know, mungkin ini bisa membantu kita dalam membuat ramuan untuk animagi."

"Wait, kalian masih mempelajari tentang itu?" Tanya Remus tidak mengerti.

"Slughorn? Membantu kita dengan cara apa? If he find out we try to become animagus, dia akan melaporkannya pada Dumbledore, dan ini tidak akan berhenti disitu saja."

James memutar bola matanya malas, "Kau tidak perlu bertanya secara langsung tentang itu, tanyakan saja padanya sedikit demi sedikit apa saja yang harus dilakukan agar ritual animagi tidak gagal. He's a master of the potions."

"Kenapa tidak kalian saja yang bertanya langsung setelah kelasnya? If I'm the one who ask, aku lah yang akan dicurigai, James!" Protes Mary tidak terima.

"Slughorn memfavoritkanmu dan Evans, kita tahu seberapa pilih kasih dia, Mary."

...

Dan disinilah Mary sekarang, mengikuti Lily membantu Slughorn membersihkan sisa-sisa ramuan setelah kelas. Pak tua itu memang ramah, mungkin satu-satunya Slytherin paling ramah yang pernah dikenal Mary.

"Kalian benar-benar anak yang baik, kalian tahu itu Miss Evans, Miss Brosvett?" Puji Slughorn jujur, Lily dan Marianne, mereka berdua adalah murid tercerdas dan tersopan di tahun mereka. Severus Snape juga, tapi anak dari asramanya itu lebih banyak diam dan tidak bersosialisasi dengan siapapun.

Jelas berbeda dengan Mary dan Lily yang memang terkenal sebagai anak-anak teladan di mata para Professor.

"We're not doing anything, Sir. Kami punya cukup banyak waktu tersisa dan kami suka menghabiskan waktu disini."

"Oh, jika ruang kelas ini sedang kosong, kalian bebas membuat apapun selama waktu luang kalian!"

Kedua mata Mary dan Lily membulat terkejut, tidak menyangka Slughorn benar-benar segitunya memfavoritkan mereka. Jika itu orang lain, tidak mungkin diizinkan seperti itu.

Sembari membersihkan kuali-kuali yang tidak bisa hanya dibersihkan dengan sihir, Mary memulai rencana awalnya melakukan ini. "Uhm.. Sir, can I ask something?"

"Of course Miss Brosvett, feel free to ask anything."

"Sir, aku membaca sesuatu tentang Animagus.. Like Professor McGonagall, tapi itu sangat rumit.." Mary berusaha sekeras mungkin terlihat tidak terlalu peduli, hanya menggunakan nada basa-basi.

Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang