Mary menatap Lily yang masih sibuk dengan buku di tangannya, desiran angin membuat daun berjatuhan ke permukaan danau besar kastil. Telapak tangan Mary mulai berkeringat saking nervous-nya.
"Lily, can I ask you something?"
"Of course, Mar, anything. Apa ini tentang OWL?"
"No.. Actually, its about.. Feelings.."
Mata Lily mengerjap, tumben sekali Mary menanyakan hal seperti ini. Gadis berambut merah itu langsung teringat dengan kawan satunya, Remus Lupin. Oh apakah Mary akhirnya..? Argh Lily benar-benar berharap Mary bertanya tentang Remus!
Ia menutup bukunya dan langsung menatap Mary lekat-lekat. "Perasaan?! Tentu saja kau bisa tanya, apakah kau merasakan sesuatu kepada seseorang atau akhirnya kau menyadari perasaanmu?!"
"Ugh.. Actually, its not about me.. Ini tentang temanku.."
Kening Lily berkerut, apakah Mary membicarakan RJH sekarang? Atau Sirius karena akhir-akhir ini tingkah Black Gryffindor itu juga berbeda pada Mary?
"Dan bagaimana tentang temanmu?"
"You know.. Dia mengenal orang ini sejak lama sekali.. Mungkin sejak tahun pertama mereka di Hogwarts?"
"And..?"
"Dia selalu mengganggu orang ini.. Dan ternyata itu karena dia merasa ingin terus berinteraksi dengan orang itu."
"That's weird, kenapa dia mengganggunya kalau ingin terus berinteraksi dengan orang itu?" Tanya Lily tidak habis pikir, penasaran juga siapa yang dimaksud Mary.
"Well, my friend- dia punya jalan pemikiran yang berbeda." Mary menggigit bibirnya, habis sudah kalau Lily bisa menebak siapa yang dia maksud. "Dia orang yang sangat.. Aktif. Dan baru-baru ini dia menyadari bahwa dia menyukai 'orang itu' dan ingin memperbaiki cara mereka berinteraksi."
"Wait.. What?! Dia menyukai orang itu?"
Mary mengangguk pelan, "Dia baru mengerti bahwa semua sikapnya selama ini hanya untuk menarik perhatian orang itu.. Tapi orang itu tidak terlalu menyukai yang dia lakukan."
Ekspresi Lily berubah menjadi sebal meskipun ia masih tidak tahu siapa yang dimaksud Mary, "That's reasonable, dia selalu mengganggu orang itu."
"Yeah, but sekarang temanku menyesal dan ingin memperbaiki dirinya.."
"Dia harus melakukannya, atau dia akan membuat orang membencinya seumur hidup!"
Nafas Mary tercekat, "A-apakah menurutmu ada kesempatan untuk temanku? You know- memperbaiki diri dan hubungannya dengan orang itu dan mungkin.. Mengajaknya berkencan?"
Lily memutar bola matanya malas, "Dia harus benar-benar berubah untuk itu, Mary. Pertama dia harus meminta maaf, lalu mulai melakukan hal baik dan.. Hmm.. Untuk kencan itu, itu tergantung seberapa keras dia mencoba."
°°°°°
"You don't really have to pay me this much.. It's just a book, Marianne." RJ menatap sekeranjang penuh makanan dan manisan dari Mary untuknya. Sebagai bayaran dari buku catatan OWL nya yang diberikan pada Mary.
"Kau bilang bukunya tidak gratis dan aku harus membayarnya, tapi kau tidak mau menerima uangku, jadi terima saja ini, okay?"
"Baiklah, terimakasih, really, untuk semuanya. James dan Marlene, mereka duo chaser yang cocok untuk tim ini."
"They have talent, tapi jangan buat James besar kepala, dia bilang kau menginginkannya untuk jadi kapten Quidditch selanjutnya."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
Fiksyen PeminatTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
