"Hey Brosvett! Bukankah kau terlalu muda untuk RJ?"
"Menyukai seseorang yang lebih tua ya?! Young bitch!"
"Someone saw RJ kissed your cheek! Is that true?! So now you're a bitch?!"
Mary mengepalkan tangannya kuat-kuat, sialan. Bukankah hanya Marauders yang menguping hari itu? Lalu kenapa kejadian Kiss Goodbye itu tersebar ke seluruh penjuru sekolah membuat para fans RJ menyerangnya?
Lagipula dia sudah menjelaskan pada The Marauders bahwa itu bukan apa-apa, Sirius dan Remus agak kesal pada awalnya namun akhirnya mereka ingat juga kedekatan mereka pada Mary lebih dari itu. Meskipun Remus agak sedikit menjaga jarak sih- Tidak mungkin The Marauders yang menyebarkan itu!
"Jangan didengarkan Mary, mereka hanya iri. You should be focus for OWL." Lily menepuk pundak temannya yang gusar. Mary sudah menceritakan pengakuan RJ pada Lily dan Marlene, keduanya berpikir itu adalah hal yang tidak berlebihan.
"Mereka membuat ini seakan masalah besar, when it's just a kiss on the cheek! Mereka hanya jalang-jalang iri, Lily! Setidaknya kita harus memberi mereka pelajaran!"
"Marls, language."
"That's the truth, Lils!" Marlene membalikkan badannya menatap gadis-gadis yang sedari tadi mengejek Mary, si pirang ini mengangkat kedua jari tengahnya tinggi-tinggi, "Fuck you bitches! Get lost!"
Seorang gadis tahun keenam berjalan cepat ke arah Marlene yang telah membalas teman-temannya, dia mendorong sang adik kelas berambut pirang hingga menabrak Mary dan Lily, "Temanmulah yang jalang! Dia menggoda RJ lalu menggoda laki-laki lain juga? Sulit dipercaya!"
"Menggoda?! Are you blind, Stebbins?! RJ yang menyukai Mary duluan, that's not Mary's fault!"
"Not Mary's fault?! Dia berpikir dirinya siapa? Dia jelas punya hubungan spesial dengan Potter, tapi dia masih mendekati Black dan King! Kalau bukan jalang apa namanya?!"
Mary menahan Lily yang sudah ingin bergabung dengan Marlene menghadapi Stebbins yang kini juga disusul teman-temannya. Gadis bersurai coklat itu mengatur nafasnya sebaik mungkin, dengan tangannya yang mengepal, tidak ingin terbawa emosi seperti biasanya saat ia mendengar ejekan para Slytherin.
Marlene kembali maju, sama sekali tidak takut pada Morgana Stebbins dan teman-temannya yang caper. "Should I remind you?! Kaulah yang selalu menggoyangkan ekormu pada Remus kan?! Jelas-jelas Remus tidak menyukaimu, jalang!"
Plak
Tangan Stebbins bergerak cepat menampar pipi Marlene keras membuat gadis itu sedikit terhuyung, Lily yang terkejut refleks membantu temannya itu untuk kembali tegak.
"Watch your mouth, McKinnon! Atau aku yang akan mengajarinya untukmu." Morgana tersenyum puas, teman-temannya tertawa melihat Marlene ditampar.
Kepalan tangan Mary terlepas seketika, membuat Lily dan Marlene bertukar pandang. Gawat, Mary tidak lagi menahan dirinya.
"Puas tertawa seperti itu, jalang?" Tanya Mary datar, membuat Morgana dan teman-temannya kembali tersulut emosi. Bukankah Marianne Brosvett hanya gadis sok cantik yang tidak bisa melawan?
"Kaulah yang jalang, ingat?!" Morgana berusaha mendorong tubuh sang adik kelas yang selalu membuat remaja laki-laki yang disukainya pergi. Gadis yang selalu dipilih Remus dibanding dirinya, gadis yang selalu dipilih semua orang dibanding dirinya!
Tubuh Mary tidak bergerak seinci pun meskipun Morgana mendorongnya kuat, membuat teman-temannya kebingungan. Justru, tubuh Morgana yang tidak bisa digerakkan sekarang. Tubuhnya seakan terkena mantra pembeku, dan teman-temannya tidak mengerti apa yang sedang terjadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
FanfictionTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
