20: Christmas Second Year

390 64 4
                                        

"Sirius..! Remus..! Jangan berlari!" Teriak Mary kesal, kedua bocah laki-laki itu malah berlarian di jalanan menuju ke pasar.

"Jangan terlalu kesal, Mary.." Hope tersenyum hangat dan mengelus rambut Mary.

"Mereka bisa saja menabrak sesuatu, Mrs. Lupin."

"Ini pertama kalinya aku melihat Remus sebebas ini, Mary. Apakah dia juga seperti itu disekolah?"

"Yeah, mereka selalu seperti itu disekolah.. Tapi tenang saja karena aku selalu bersama dengan mereka juga disekolah!" Jawab Mary akhirnya ikut tersenyum hangat, ia menyadari maksud pertanyaan Hope. Pasti selama ini Remus selalu murung dan merasa terkurung dirumah akibat Lycanthropy-nya. Wajar jika seorang ibu merasa bahagia melihat putranya bebas untuk pertama kali.

"Aku sangat berterimakasih kepada kalian, kalian selalu menyempatkan diri kemari saat Natal. Padahal kalian bisa merayakan Natal sendiri dirumah.."

"Oh, it's not a big deal, Mrs. Lupin.. Sirius tidak suka menghabiskan Natal dirumah, dan adik perempuanku tidak bisa merayakan Natal bersamaku karena dia sedang berada di luar kota.."

"Oh.. Baiklah kalau begitu, dear."

Diam-diam Mary merasa bersalah pada Daisy, kemarin Daisy mengajaknya ikut menghabiskan libur Natal ke Kanada namun dia menolaknya. Meskipun berlibur ke Kanada terdengar seru, namun menghabiskan Natal dirumah Remus sepertinya jauh lebih bagus untuknya dan teman-temannya.

Ketika mereka sampai di pasar, Mary membantu Hope memilih sayuran apa saja yang akan mereka beli. Sirius menggoda pedagang wanita disana untuk menawar harga dan Remus selalu tertawa melihat tingkah kawannya itu.

"Remus selalu suka makan daging. Meskipun dia bisa makan sayur, tapi dia paling suka masakan daging." Ungkap Hope antusias menceritakan tentang putranya.

Mary memandang Remus yang tertawa dan tidak ingat bahwa yang disampingnya adalah Hope, "Yeah, I know. Dia sering menghabiskan ayam gorengku."

"Excuse me?"

"Dia selalu memakan daging yang tidak aku habiskan, dia benar-benar lucu saat makan paha ayam.."

"Putraku memang sangat lucu, Mary.. I know that."

"Eh? Mrs. Lupin maksudku bukan begitu, m-maksudku, aku tidak terlalu suka ayam goreng yang keras dan Remus selalu membantu memakannya untukku!" Jelas Mary mendapatkan kembali kesadarannya.

Hope tertawa melihat wajah Mary yang memerah malu, ia mengerti apa yang sedang terjadi dan kembali memilih sayuran dan daging untuk dimasak nanti. Kemudian setelah berbelanja, Sirius dan Remus ditugaskan membawa semua hal yang telah dibeli. Sementara itu sebagai upah, Hope membelikan seloyang cheesecake untuk mereka bagi bertiga.

"Apa Mum akan memasak bacon?" Tanya Remus penasaran karena sepertinya Hope membeli daging sapi.

"Apa kau ingin aku memasak bacon? Or Steak perhaps?"

"Hell yeah, Aunt Hope! Apapun yang dimasak, aku akan memakannya dengan senang hati!" Sahut Sirius membawa sekantong belanjaan dengan wajah sumringah.

"Sirius, behave yourself!" Ujar Mary mengingatkan Sirius untuk tetap sopan.

"Mary?" Panggil Hope membuat gadis itu mempercepat langkahnya menghampiri Hope yang sudah dekat dengan rumah keluarga Lupin.

"Yes, Aunt Hope?"

"Apa ada yang ingin kau makan, dear?" Tanya Hope penuh perhatian, membuat Sirius dan Remus yakin apapun yang dijawab Mary akan menjadi hidangan makan malam mereka nanti.

Mary terdiam sejenak, sebenarnya ia ingin membantu Hope memasak. Namun dia hanya bisa memasak masakan sederhana, jadi ia harus memikirkan hidangan sederhana yang ingin ia makan agar bisa membantu Hope.

Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang