72: Hope Last Letter to Mary

25 7 0
                                        

Dear Mary

Bagaimana kabarmu? Aku harap kau sehat dan bahagia. Maaf atas tulisanku yang tidak terlalu jelas, tubuhku semakin melemah dari hari ke hari. Tapi jangan khawatir, aku yakin rasa sakitnya akan segera berakhir.

Mary, aku belum mengatakannya pada Remus, tapi aku tahu bahwa sebentar lagi aku akan kehilangan nafas dan waktu untuk dihabiskan di dunia ini bersamanya dan Lyall. Lyall sudah tahu karena ia terus bersamaku sekarang, tapi Remus tidak. Dan itu akan sangat membuatnya terpukul.

Mary, jika aku tidak ada lagi disisinya suatu hari nanti, dengan sepenuh hati aku ingin meminta bantuanmu, dear. Tolong jaga Remus untukku ketika ia tidak sedang di rumah bersama Lyall, setidaknya di Hogwarts. Tidak perlu memantaunya berlebihan, hanya sesekali ingatkan dia untuk istirahat dengan baik dan makan teratur. Dia mungkin tidak akan mendengarkan Lyall atau orang lain, tapi dia pasti mendengarkanmu, Mary.

Jika putraku melakukan kesalahan, hukum dia sesukamu, namun tolong pikirkan untuk maafkan dia, dan aku memohon dengan sangat padamu untuk tidak meninggalkan dia. Kau membawa harapan baru dihidup Remus, dan aku sangat bersyukur karenanya. Setidaknya jika kau ada disisinya, dia tidak akan merasa sendirian dan tidak akan merasa bahwa dunia terlalu kejam.

Aku sangat bahagia setelah mengenalmu, karena akhirnya, aku bertemu orang lain yang bisa membuktikan pada Remus bahwa bukan hanya aku yang bisa menyayanginya. Aku benar-benar berharap aku bisa menyaksikan Remus tumbuh dewasa dengan teman-teman yang memberinya kasih sayang dan warna baru dalam hidup, namun sepertinya Tuhan ingin aku pergi terlebih dahulu.

Mary, terimakasih atas seluruh kenangan menyenangkan yang kau berikan pada keluarga kami. Kau tidak hanya memberikan teman pada Remus, namun juga keluarga, kau juga memberikanku seorang putra yang sedikit demi sedikit sadar bahwa dirinya layak untuk dicintai. Maafkan aku karena harus pergi terlebih dahulu, maafkan aku karena harus merepotkanmu untuk tetap berada disisi Remus.

Sekali lagi, terimakasih karena telah mencintai putraku, Mary.

From Remus's Mom
Hope Lupin

Mary menatap langit-langit kamar tamu yang ia tempati di rumah Remus. Kertas kecil ditangannya basah terkena air yang jatuh dari pelupuk matanya tadi. Kata demi kata yang ditulis oleh tangan Hope yang lemah itu, membentuk surat yang sekarang akan membekas selamanya di hati dan pikiran Mary.

"Kau tidak perlu memintanya.." Gumam Mary membayangkan wajah wanita yang tidak lagi ada diantara mereka, "Aku akan dengan senang hati berada di sisi Remus hingga aku mati." Ucapnya sangat pelan, menghapus sisa air mata yang mengucur dipipi.

Malam itu Mary terlelap, dengan mata bengkak akibat menangis dalam diam. Surat dari Hope tersimpan aman di bawah bantalnya, disitulah dia akan menyimpannya untuk dibaca lagi dan lagi sebelum ia pindahkan ke halaman paling belakang album yang diberikan Remus.

•••














Pagi pertama setelah kepergian Hope, Remus bangun kesiangan. Biasanya Hope akan membangunkannya tepat pada jam 6 pagi, tapi sekarang ibunya tidak lagi ada untuk melakukan itu.

Lyall pun masih belum keluar dari kamarnya, sepertinya masih berduka. Pria itu kehilangan wanita yang sangat dicintainya, sama saja dengan kehilangan separuh jiwanya sendiri.

Remus menatap pintu kamar ayahnya dengan nanar, menghembuskan nafas panjang dan berputar arah.

"Morning." Sapaan familiar membuat Remus terkejut sesaat, diikuti wangi pancake matang yang diberi mentega. Ia menoleh cepat ke arah dapur.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: 18 hours ago ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang