Timeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin.
...
"Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?"
"Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
Salju hanya turun sedikit hari itu, dedaunan hijau masih bisa terlihat karena hanya tertutup sedikit salju. Mary bermain sendirian di belakang rumah Potter Manor. Euphemia sedang menyiapkan makan malam dan Fleamont belum pulang.
James? Jangan tanyakan padanya, mereka masih belum berbaikan bahkan setelah beberapa minggu ini. Mary duduk dibawah pohon, membiarkan tangannya membeku karena dingin. Perlahan ia menutup kedua matanya, mengingat kenangan Natal yang sudah lalu. Natal tahun lalu ia habiskan bersama RJ di Hogsmeade, lalu di tahun sebelumnya adalah Natal terakhir bersama Benedict.
"Aku sangat kesepian.." Gumamnya yang samar-samar mendengar suara aneh. Seperti langkah hewan berkaki empat.
Kuda..? Keluarga Potter sudah menjual semua kuda yang mereka miliki. Anjing? Mereka tidak punya hewan piaraan selain burung hantu dan merpati. Lalu apa?
Sniffsniff
Sesuatu seakan menghirup lengan Mary membuat gadis itu mau tidak mau membuka matanya.
"Huaaaaaa!!!!!!" Gadis itu terlonjak kaget, refleks melompat beberapa langkah.
Seekor kijang menatapnya dengan tatapan simpati, sangat aneh.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau mengagetkanku.." Mary mengatur nafasnya dan mendekat, mengelus leher kijang itu pelan, "I never know there's a deer here."
Kijang itu memutar kepalanya ke arah lain dengan arogan, seakan menunjukkan sedikit permusuhan pada Mary. Meskipun begitu ia tidak meninggalkannya sendirian disana.
"Oh look at you, sombong sekali kau."
Mary menarik telinga hewan itu dan menyeretnya mendekat, si kijang memberontak tapi sepertinya jeweran Mary lumayan sakit hingga akhirnya ia pasrah. Gadis itu menuntunnya untuk duduk disampingnya dibawah pohon.
"Duduklah disini bersamaku, aku sangat kesepian. Orang tuaku telah tiada, pasti ini pertama kalinya kau melihatku kan?"
Rusa itu berkedip, seakan mengerti ucapan Mary dan ingin mendengar lebih.
"Euphie dan Monty sudah seperti ayah dan ibu baruku sekarang, James juga sudah seperti saudaraku, meskipun sekarang dia menyebalkan."
Kedua mata rusa jantan itu memicing, seakan tidak terima dengan kalimat terakhir Mary.
"Padahal aku ingin dia bisa menjadi lebih baik, aku tidak pernah masalah dengan pranks-nya, tapi perlakuannya pada Snape sudah kelewatan. Aku takut dia akan tumbuh jadi orang yang tidak menghargai perasaan orang lain.."
Mary menghela nafas panjang, sebegini kesepiannya kah dirinya sampai-sampai ia bicara dengan seekor rusa? "Apakah menurutmu James akan berubah jadi lebih baik? Atau dia akan tetap jadi dirinya yang sekarang? Aku hanya tidak ingin dia terlibat masalah dimasa depan karena sikapnya yang seperti itu.."
Rusa itu tiba-tiba menggeleng, lalu kembali berdiri membuat Mary lagi-lagi terkejut. "Hey, mau kemana?"
Rasanya seperti melihat cahaya matahari bersinar terang di tengah badai salju ketika rusa itu menatap Mary lalu perlahan berubah menjadi sesosok remaja laki-laki berambut coklat ikal dengan attitude yang sama seperti Mary. Dirinya, versi laki-laki. Rusa itu berubah menjadi James.