"Jadi kau menghabiskan sepanjang libur Natal bersama RJH King tanpa memberitahu kami apapun?!" Protes Marlene karena baru sekarang Mary bercerita.
"Kami hanya berjalan-jalan di kastil, membaca buku bersama dan ke Hogsmeade sekali!"
"Itu bukan hanya, Mary. Bukankah itu bisa dibilang kencan?"
Marlene menyenggol Lily meminta pendapat si gadis berambut merah.
"Menghabiskan waktu bersama dengan pria yang bukan temanmu, it's clearly a date." Jelas Lily mengedipkan matanya.
"He's my friend..! I think of him as my friend!" Sangkal Mary tidak terima, meskipun ia sendiri tidak yakin apakah Rodent juga menganggap ia sekedar teman.
"We don't really know, mungkin saja menurutnya kau bukan sekedar teman."
Bug
Bantal Mary mendarat sempurna di wajah Marlene, "What the hell?!" Pirang itu mengambil bantalnya juga melemparkannya pada Mary.
Bug
"Oh jadi kau mau perang?!"
Bug
"Ooops.."
"MARY.........!"
Naasnya bantal Mary kali ini tidak tepat sasaran, justru mengenai Lily yang sedang membaca buku. Sang ginger langsung berdiri, mengambil bantalnya dan mengejar Mary juga Marlene. Ia memukul mereka berdua, Mary dan Marlene membalas lagi mengakibatkan ini berakhir dengan perang bantal.
"I hate you, Marlene!"
"I hate you too, Lily!"
"Ugh, kalian berdua sama-sama menyebalkan!"
Perang bantal itu berakhir ketika nafas mereka mulai terengah-engah, ketiga Gryffindor girls merebahkan diri diatas ranjang Mary, menatap langit-langit kamar dengan perasaan lega luar biasa. Mereka memang butuh sesekali melampiaskan lelah dengan cara seperti ini.
Deg
Tiba-tiba sepintas denyutan membuat dada Mary sakit luar biasa, gadis itu langsung memegangi dadanya, berusaha bernafas karena sakitnya benar-benar tidak tertahankan.
"L-Lily... Marlene..." Susah payah Mary memanggil keduanya membuat Lily dan Marlene akhirnya sadar kawan mereka kesakitan.
"Mary?! Ada apa denganmu?!"
"Mary?!" Lily langsung mendudukkan temannya itu, menyuruh Marlene mengambil segelas air.
Mary bersandar pada tiang ranjangnya masih memegangi dadanya yang terasa sakit dan sesak, gadis itu kesulitan bernafas, bulir air mata mulai berjatuhan dari matanya.
"Sakit.. Sakit, Lily..."
"I know, Mary! Tahanlah sebentar okey..?"
Lily mengelus-elus punggung sahabatnya itu, ia sendiri tidak tahu apa yang terjadi pada Mary, seingatnya Mary tidak punya riwayat penyakit dalam yang bisa membuatnya tiba-tiba kesakitan seperti ini. Jika setelah minum air keadaannya tidak membaik, Lily berjanji akan langsung menggendong Mary dengan tangannya sendiri ke Hospital Wings.
"It's so hurt Lily.." Mary tidak bisa berhenti menangis, rasa sesak di dadanya jauh lebih menyakitkan daripada denyut sakit itu sendiri. Rasanya seperti ada bagian dari dirinya yang hilang.
"Mary, Lily!" Marlene tiba membawa segelas air putih, ia langsung memberikannya pada Mary, membantunya minum perlahan.
Meskipun rasa sakitnya berangsur hilang, rasa sesaknya masih ada di dada Mary, ia juga tidak bisa berhenti menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
FanfictionTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
