Semester kedua tahun ketiga, mungkin waktu tersibuk yang pernah Mary jalani. Ia tidak ingat bagaimana waktu berjalan dari Januari hingga Maret saat ini, tapi yang pasti sejauh ini tidak ada masalah serius- kecuali berita-berita tentang Voldemort yang terus ditulis Thewizardnews.
Sejauh ini ia paling menyukai kelas Mantra, mencoba mantra-mantra keren dan bahkan mencoba membuat mantra baru adalah hal yang sangat menyenangkan. Ia sering bertukar pikiran dengan Lily tentang mantra baru, Mary masih berusaha membuat mantra yang bisa melindungi benda-benda dari api selain mantra air. Dan Lily? Gadis itu kini mulai mempelajari sihir kuno.
Sedikit yang mereka ketahui, bahwa tidak banyak penyihir seumuran mereka bisa menciptakan sebuah mantra baru layaknya yang mereka lakukan.
"Aku mendengar berita akan ada peristiwa bintang jatuh minggu depan, sayang sekali itu tidak terjadi di hari rabu saat kita kelas Astronomy."
"Kita masih bisa melihatnya dari jendela kamar, Lils. Atau kau mau mencoba ikut menyelinap keluar bersama Mary and the boys?" Goda Marlene berusaha membuat Lily sedikit kesal.
Mary terkikik, "Hati-hati, Marl. Jangan bahas the boys didepan Lily atau kau akan menyesal."
Ketiga siswi itu berjalan-jalan ke Hogsmeade, tidak menyia-nyiakan kesempatan karena ini adalah akhir pekan pertama bulan Maret.
"Kalian pasti tidak tahu, tapi dalam kepercayaan Muggle, bintang jatuh menandakan sesuatu." Pancing Lily membuat Mary dan Marlene penasaran.
"What?"
"Yeah, what is that?"
"Kalian harus mentraktirku Butterbeer jika ingin tahu."
Marlene mengerucutkan bibirnya, "Oh come on, aku bahkan hanya bawa 5 galeon.." Gadis pirang itu gantian menatap Mary sambil mengedip-ngedipkan matanya, "Wahai Ratuku yang kaya raya, tolong traktir Lily agar kita bisa tahu pertanda bintang jatuh bagi para Muggle."
Lily tertawa terbahak-bahak sementara Mary memutar bola matanya malas, "Of course it's on me, Marls. Karena itu Lily, beritahu kami!"
Belum sempat Lily menjawab, sebuah suara mendekati mereka dengan nada mengejek.
"Tidak pulang kerumah, Mudblood?" Mulciber yang bersama dengan Rosier, Wilkes dan anehnya Regulus Black juga berusaha membuat Lily marah.
"Yeah, sudah waktunya membersihkan rumahmu yang hampir ambruk itu!"
Mereka membicarakan Shrieking Shack, menunjuk-nunjuknya untuk mengejek Lily tanpa tahu apa-apa tentang gubuk itu. Setidaknya ini bagus karena selamanya mereka tidak akan tahu fakta sebenarnya.
"Jangan hiraukan mereka, ayo kita pergi darisini." Ajak Lily tidak ingin membalas.
"Scared, Mudblood?"
"Hanya karena Slughorn memfavoritkanmu, kau jadi besar kepala."
Ketiga gadis Gryffindor itu mengabaikan segala ucapan Rosier dan Mulciber, memilih untuk menjauhi masalah. "We're not hearing anything, karena mereka tidak pantas didengarkan."
Brug
Mulciber melempari batu dan mengenai belakang kepala Mary. Membuat gadis itu menghela nafas sepanjang mungkin.
"THAT'S IT, YOU DAMN LITTLE BUGS!"
Mary mengambil batu-batu yang ada disana dan melemparkan semuanya kepada Rosier dan Mulciber, dengan sedikit bantuan sihir non-verbal yang tentunya tidak akan disadari kedua bocah Slytherin itu. Semua batunya mengenai mereka dan mereka tidak menyangka gadis itu, sekali lagi berhasil membalas perbuatan menyebalkan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
FanfictionTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
