Pertandingan Quidditch pertama di tahun itu, Slytherin VS Gryffindor berhasil dimenangkan oleh tim Gryffindor dengan Seeker yang berhasil mengambil Snitch. Tim Slytherin yang dipimpin Emma Vanity berkali-kali mengutuk James dan Sirius yang merendahkan mereka dengan ejekan-ejekan kekalahan.
James menagih janji Mary untuk membuatkan kue, tapi bukan hanya untuk dirinya sendiri. Kue itu akan dikeluarkan saat pesta Gryffindor di malam terakhir bulan November. Dan hari ini adalah hari terakhir di bulan November.
"Stop! Tidak seperti itu, Rem.. Kau harus mengocoknya, seperti ini!" Gadis berambut coklat itu merampas mangkuk untuk mencontohkan pada Remus bagaimana cara mengocok Whipped Cream dengan benar.
"Seperti ini?"
"Lebih cepat lagi, Rem."
"Kurasa ini jauh lebih melelahkan dibanding transformasiku setiap bulan.." Bisik Remus merasa tangannya pegal.
"Ha-ha, lucu sekali, Remus. Dimana Peter? Bocah itu tidak mau membantuku?"
"Peter sedang tidur siang, Mary. Lagipula, aku yakin aku adalah yang paling berguna."
Mary berusaha menahan tawanya, andai saja Remus tahu kalau ia bahkan sama sekali tidak membantu. Bocah serigala itu bahkan membuang-buang telurnya, berkali-kali ia mencoba memecahkan telur sendiri dan 2 buah telur terjatuh ke lantai. Untunglah para Elf yang bekerja di dapur Hogwarts sangat baik hati, mereka membantu Mary menyiapkan segalanya.
"Yeah, kau sangat berguna untuk menemaniku."
Salah satu elf muda membawa kue yang sudah matang dan meletakkannya diatas meja, kue coklat itu siap dihias dan Mary sama sekali tidak ingin Remus menghancurkan kerja kerasnya. Biarpun kawannya itu pandai menghias, tapi dalam hal memasak ini biarlah Mary menghiasnya sendiri.
Lily datang tepat waktu membawakan beberapa coklat batang dari kamar Mary, "Kau punya banyak sekali manisan di lacimu, Mary. Oh jika aku tahu sebelum ini, aku pasti akan mencurinya dari lacimu setiap malam."
"Thank you for your help, Lily. Remmy, bisakah kau bantu aku lelehkan coklat ini?"
Remus mengangguk sebagai jawaban, ia terlihat menikmati waktu-waktu memasak bersama Mary, jarang ia bisa benar-benar berdua dengan Mary dan sekarang saat itu terjadi rasanya tenang dan menyenangkan. Tidak ada pertanyaan konyol dari Peter dan tidak ada gangguan apapun dari James juga Sirius.
"Itu benar-benar terlihat enak, aku tidak sabar memakannya nanti malam. Ada hal lain yang bisa aku bantu?" Tanya Lily ikut antusias.
"Kau mau membantuku lagi, Lily?"
"Yeah! Biarkan aku membantu, katakan saja apa yang bisa aku lakukan, Mary!"
Mary terkekeh melihat antusiasme Lily, Lily selalu mengeluarkan aura positif yang bisa membuat orang lain bahagia termasuk dirinya. Sebuah mangkuk kaca penuh berisi Strawberry yang telah dicuci gadis berambut coklat itu diberikan kepada Lily.
"Potong-potong ini menjadi kecil ya? Terserah seberapa tipis kau memotongnya."
"Aku tidak tahu Potter dan Black suka strawberry.."
"But I know you love Strawberry.." Balas Mary membuat kedua mata Lily berbinar, terharu.
Remus menatap Mary dengan tatapan penuh harap, "Apakah kau juga membuat kue dengan coklat karena aku menyukai coklat?"
Tidak menyadari seberapa ucapannya berarti bagi Lily maupun Remus, Mary mengangguk cepat, masih fokus pada kue yang akan segera ia hias. "You love chocolate, James dan Sirius juga menyukai coklat yang tidak terlalu manis jadi aku membuat Choco-Berry Cake."
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
FanfictionTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
