Timeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin.
...
"Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?"
"Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
Remus, Sirius dan Peter bertukar pandang dengan keringat dingin yang mulai mengucur di dahi mereka. Saling bertukar isyarat dengan takut karena perang dingin Mary dan James, perang saudara yang dingin tanpa senjata. Hanya ada tatapan mata antara James dan Mary yang sama-sama tajam.
"Sampai kapan kalian berdua perang dingin seperti ini?" Rodent datang entah darimana dan duduk disamping James.
"Sampai aku mendengar seseorang meminta maaf, Rodent. By the way aku masih meminjam bukumu."
"Its fine, Marianne, untukmu saja.." Senyum ramah masih terpatri di wajah siswa tahun ketujuh itu, ia merangkul James, "Just say sorry to her, James."
"Meminta maaf? Why should I say sorry to her?" James menyilangkan tangannya, masih arogan.
"Bukan kepadaku, kepada Lily. I know you know you hurt her feelings."
"I did something I always do!"
"And that's wrong!"
James hanya diam dan masih menyilangkan tangannya arogan, tidak mau melanjutkan percakapan dengan Mary. Ia masih belum menyadari kesalahannya.
Mary berdiri dari sofa Common Room, menghela nafas kasar tidak habis pikir dengan sikap James yang seperti ini. Tidak berubah daridulu.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gadis itu segera pergi keluar asrama, mencari angin segar sebelum lewat jam malam. Lagipula dia juga prefek, tidak akan ada yang mencurigainya.
"Marianne wai-!"
"Biar aku yang menyusulnya." Potong Remus refleks berdiri menyusul Mary sebelum RJ melakukannya.
"Aku ikut!" Sirius juga mengikuti kedua kawannya itu, meninggalkan RJ bersama James dan Peter di common room.
Seperti biasa, Mary tidak sadar ada yang mengikutinya ketika emosinya sedang meluap. Gadis itu berjalan dengan sandalnya menaiki setiap tangga menara astronomi. Ia merindukan sang ayah dan ia ingin melihatnya malam ini. Diantara langit malam dimana ada titik-titik cahaya yang menghiasi.
Sesampainya disana sang gadis berambut coklat duduk dan melihat bintang-bintang yang bisa terlihat darisana. Meskipun sedikit berawan tapi bintang-bintangnya dapat terlihat jelas. Sirius dan Remus bergabung duduk disamping kanan dan kirinya, ia terkejut awalnya namun tetap diam tidak mengucapkan sepatah katapun.
"Kami meminta maaf Mary.." Ucap keduanya bersamaan.
"For what?"
"Aku tidak bisa menghentikan James, dia terlalu keras kepala."
"Yeah, aku tidak sadar kalau dia akan sampai melepas celana-"
Tangan Mary menutup mulut Sirius, tidak membiarkannya menjelaskan lebih jauh. Sangat menjijikkan dan Mary tidak mau membayangkannya. "Stop it, jangan minta maaf padaku. Minta maaf pada Lily dan jangan ganggu Snape lagi."