"Dumbledore membuat sebuah ordo.."
"What's an ordo? Untuk apa? Dia tidak yakin pada kementrian?"
"Itu perkumpulan untuk orang-orang yang ingin berkontribusi langsung jika sewaktu-waktu terjadi perang. Kementrian juga belum tahu soal ini."
"Sudah ada anggotanya? Itu terdengar bagus tapi juga berbahaya untuk kementrian sihir."
"Bahkan para Auror diam-diam mengikuti Dumbledore, mereka semua tahu bahayanya you-know-who."
Mary dan James bertukar pandang, mereka benar-benar tidak berniat menguping pembicaraan orang-orang dewasa, tapi pembicaraan mereka terdengar menarik untuk didengar.
"Jangan sampai anak-anak tahu tentang ini, terutama Marianne, aku tidak ingin dia ketakutan." Fleamont seperti biasa, sangat perhatian.
Morwick terkekeh, "Dia yang paling berani, Sir. Aku malah takut dia akan mencoba bergabung dengan ordo Dumbledore setelah lulus dari Hogwarts."
"She's just a girl, a sweet little girl, Morwick. Dia tetap punya rasa takut."
"Aku berniat mengajaknya pulang, kami takut dia merepotkanmu."
"Nonsense!" Tiba-tiba Fleamont terdengar kesal, "Dia sudah kuanggap putriku sendiri, jika kau ingin mengajaknya pulang hanya karena takut dia merepotkan, kau yang tidak perlu repot-repot datang kemari lagi."
James menyenggol Mary, bangga dengan sikap ayahnya. "Aku sudah bilang, kau sudah menjadi bagian keluarga kami, Mary." Bisiknya tersenyum lebar.
"Kau salah paham, Sir. Aku mengajaknya pulang karena putriku, Daisy, merindukannya. Dan sebenarnya ia belum boleh menerima ini karena usianya belum legal, tapi aku merasa tidak mampu menyimpan ini."
"Kunci brangkas Gringotts? Kau ingin memberikannya padanya?"
"Yes, Sir. Dia sudah cukup dewasa untuk mengelola keuangannya sendiri, dia punya bakat dalam mengelola sesuatu, sama seperti Benedict."
"Jika kau yakin, baiklah, tapi jangan paksa ia ikut pulang bersamamu."
Fleamont dan Morwick terdengar beranjak dari duduk, James dan Mary langsung berjalan cepat sebisa mungkin tidak terdengar, tidak ingin tertangkap basah habis menguping. Mereka segera bergabung dengan Euphemia di meja makan.
"James, Mary Potter, apa yang baru saja kalian lakukan?" Tanya Euphemia tersenyum curiga. Ia jadi sering memanggil Mary dengan nama Mary Potter, berharap gadis itu mau diadopsi olehnya.
"Kami hanya berkeliling rumah kok!"
"Yep, membicarakan Remus yang sedang didekati Morgana Stebbins!"
Mary melotot tidak percaya, Remus didekati Morgana Stebbins?! Siapa gadis gila yang mendekati Remus?! Dan kenapa dia kesal mendengar Remus didekati gadis lain?! "Morgana Stebbins?! Siapa Morgana Stebbins?"
"Wait, kau belum tahu?!"
"Tidak ada yang memberitahuku apa-apa tentang Morgana Stebbins?!"
Euphemia menghela nafasnya panjang, anak-anak ini jika sudah bersama tidak mungkin rumahnya sepi. Bersyukur sekali ia ada sosok putri yang selama ini ia inginkan dirumah. Yang kurang hanya Sirius yang belum kunjung datang dan menginap.
Sebelum James sempat melanjutkan penjelasan tentang Morgana Stebbins, Morwick dan Fleamont masuk ke ruang makan. Membiarkan Morwick berbicara dengan keponakan satu-satunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
FanfictionTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
