45: August

295 52 10
                                        

"This must be.. James Potter?"

"James Potter at your service, Mrs. Lupin!"

James mencium tangan Hope layaknya bangsawan, benar-benar first impression yang bagus bagi Hope Lupin pada teman putranya. Mereka sampai tepat sebelum matahari terbenam, jangan tanya kenapa mereka tidak menggunakan sihir dan malah menggunakan mobil, James bersikeras ingin menikmati perjalanannya.

"James, Sirius and Mary.. Hanya ada 1 yang belum pernah ketemui.."

"Peter Pettigrew? Peter sedang berlibur ke rumah neneknya, Mrs. Lupin, tidak bisa ikut dengan kami." Jelas James dengan cengiran khasnya.

Hope ber-oh ria, "Kalian pasti lapar, ayo makan. Kuharap kau suka Sup Jamur, James."

"Trust me Aunt Hope, tidak ada yang bisa menolak sup jamur legendarismu itu." Puji Sirius menenteng tasnya dan tas Mary masuk kedalam rumah.

James dan Sirius masuk dan bersikap seakan rumah keluarga Lupin bagai rumah sendiri, Hope menyempatkan diri untuk memeluk Mary cukup lama di pintu rumah. Ia dan Lyall tidak bisa datang ke pemakaman ayah Mary beberapa bulan lalu, untunglah dia dengar pasangan Potter menjaga baik gadis kesayangan putranya ini.

"Kau tumbuh menjadi sangat cantik setelah berapa lama aku tidak melihatmu."

Mary hanya bisa tersenyum hangat, ia tidak ingin menunjukkan rasa sendu meskipun ia tahu Hope memikirkan perasaannya saat ini, "Thanks, aunt Hope, aku juga tumbuh menjadi sangat kuat."

"I can see that, Mary.. Ayo, kau akan dapat sup paling banyak malam ini."

Memasuki rumah Lupin setelah sekian lama seakan jadi pengalaman baru lagi untuk Mary. Ada sedikit rasa sedih karena biasanya ia harus izin pada Benedict untuk mengunjungi rumah ini, namun sekarang ia minta izin pada Euphemia.

Rumah itu sudah jauh berbeda dari saat pertamanya datang, jadi lebih banyak foto yang tergantung di dinding. Kebanyakan foto Remus dan Marauders- Oh, Mary mulai menyebut mereka sebagai Marauders. Tidak hanya itu, barang-barangnya juga bertambah menambah kesan hidup.

"Mary." Sebuah panggilan membuat gadis itu menoleh, Remus tersenyum canggung, rasanya aneh karena mereka jarang canggung seperti ini.

Rambut Remus berantakan, Mary tidak tahu kalau memang sengaja dibuat seperti itu. Bekas luka di wajahnya sudah pudar, sepertinya Hope dan Lyall sudah mempelajari mantra yang digunakan Dumbledore untuk menahan kuat werewolf putranya. Tidak banyak luka yang terlihat.

"Remmy."

"You're ok?"

"Never better."

Keduanya saling melempar senyum lalu semenit kemudian berpelukan, pelukan yang canggung. Keduanya berharap suara degup jantung mereka tidak dirasakan satu sama lain, mereka terlalu fokus dengan itu hingga tidak menyadari degup jantung yang mereka peluk.

"Kau menjadi sedikit lebih tinggi."

"Remus, kau lebih tinggi dariku sekarang."

"Hanya sedikit, Mary."

Bau mawar menguar dari rambut coklat sepinggang gadis dipelukannya, syukurlah Mary tidak mengganti shampoo-nya karena Remus menyukai aroma ini. Penciumannya yang kuat membuat Remus juga bisa mencium bau parfum- parfumnya beraroma buah-buahan yang tidak asing. Seperti berbagai macam berries yang dicampur dengan vanilla.

Sekarang Remus yang merutuki dirinya sendiri karena tidak pakai parfum, mungkin ia harus membeli parfum di Diagon Alley, sebanyak mungkin sebelum tahun kelima dimulai. Semoga ia tidak berbau seperti anjing basah karena serigala di dalam dirinya.

Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang