47: What is Love?

326 40 0
                                        

October 1975

Hi Mr. Wolf

Akhirnya setelah meyakinkan diriku sendiri, aku bisa menulis ini. Bukan hal penting, mungkin kau juga tidak akan pernah tahu. Tapi aku ingin menulis perasaanku disini, agar suatu hari nanti aku bisa mengingat setiap detik yang kita lalui bersama dan perasaanku di masa ini.

Waktu itu, di Hogsmeade, aku melihatmu berkencan dengan Stebbins si tahun ke-enam. Dia cukup cantik (meskipun aku rasa Lily lebih cantik). Dia terlihat sungguh-sungguh ingin mengenalmu, Remmy. Sayangnya aku tidak bisa melihat ekspresimu, tapi jika kau menyukainya juga, aku turut bahagia, meskipun aku tahu akan ada perasaan lain dihatiku selain bahagia jika kau benar-benar bersamanya.

Mary menutup kembali buku dan tulisannya karena ia melihat The Marauders sudah selesai menemukan tempat embun yang tidak pernah tersentuh matahari. Sekarang mereka sudah menemukan semua bahan ramuan Animagi.

Bulan lalu mereka gagal karena tidak ada badai petir dan besok malam adalah bulan Purnama di bulan Oktober. Mereka sudah terbiasa menyimpan daun Mandrake di mulut mereka, tapi Peter masih sering tertelan dan berakhir harus minta obat tertentu ke Poppy Pomfrey.

"Mary..! Kami berhasil menemukan tempat embunnya..!"

"Jangan berteriak, Sirius, kau bisa mengagetkan para peri!"

"Apa yang kau lakukan disana, Mary?" Tanya James heran, sejak kapan sahabat yang sudah ia anggap saudari itu bisa memanjat pohon bahkan duduk di atasnya dengan santai?

"Menunggu kalian tentu saja!" Balas Mary sudah menyembunyikan buku catatannya ke dalam jubah daritadi, sekarang ia memegang Sketchbook-nya.

Peter melongo kagum, "Wow, kau sangat berani."

"It's not that hard, Peter."

Gadis berambut coklat turun dari pohon dengan melompat, hampir membuat jantung ke empat teman laki-lakinya copot. Pohon itu memang tidak tinggi, tapi tetap saja mereka tak ingin Mary terluka sedikitpun. "Kalian sudah pastikan embun itu benar-benar tidak tersentuh cahaya matahari?"

"Yes sister, ucapan Slughorn benar. Daun pohonnya sangat rimbun hingga menutupi sinar matahari yang masuk, embun yang ada dibawah benar-benar tidak terkena sinar matahari."

Jadi rencana Marauders, mereka akan mengumpulkan semua bahan ramuan hari ini dan besok saat transformasi Remus mereka juga akan mengulum daun Mandrake di mulut mereka lagi hingga Purnama berikutnya di bulan November. Mereka berharap kali ini ritual mereka berhasil.

"Kau menggambar sesuatu?" Tanya Sirius salfok pada Sketchbook di tangan Mary.

"Kalian pikir aku tidak akan bosan menunggu kalian? Of course I draw something because I'm bored."

"Menggambar apa? Your date with RJ?" Tebak James salah total.

"James, sudah berapa kali kujelaskan aku tidak berkencan dengan Rodent! We're just friends!" Teman-temannya akhir-akhir ini sering menyangkut pautkan Mary dengan Rodent-Jean Hart King. Baik Sirius-James atau Lily-Marlene. Bukannya ia benci, tapi dia juga tidak senang saat teman-temannya terlalu sering membahas Rodent. Ia dan Rodent hanya teman dan Mary yakin akan selalu begitu.

Sirius menghela nafas simpatik, "RJ akan menangis mendengar itu, Mary. Tapi apakah kau benar-benar tidak sedikitpun menyukainya?"

Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang