48: Prefect Bathroom

330 38 3
                                        

Minister Of Magic Eugenia Jenkins resmi digantikan oleh Harold Minchum, Minchum menekankan tindakan keras bagi siapapun yang dianggap terlibat dengan You-Know-Who. 'Setiap Death Eaters yang tertangkap akan langsung mendekam di Azkaban!' Ujarnya pada wawancara Senin lalu.

Berhasilkah Minister Of Magic Harold Minchum menekan teror yang sedang terjadi saat ini?

"Meskipun Minchum berhaluan keras, ayahku bilang dia tidak sekuat itu melawan You-Know-Who."

"Setidaknya dia menambah Dementor yang menjaga Azkaban, Marlene."

"Itu hanya berguna jika ada dari mereka yang sudah tertangkap, Lils, buktinya tidak ada yang pernah tertangkap. Yang terkenal pernah membunuh salah satu dari mereka saja hanya mendiang ayah Mar- Hmphhh...!" Tangan kasar berbau aneh menutup mulut Marlene sebelum ia bisa melanjutkan kalimat.

Lily, Remus dan James menghela nafas lega. Untunglah Sirius gerak cepat menutup mulut Marlene sebelum ia mengatakan sesuatu yang bisa didengar Mary. Gadis itu memang sudah terlihat baik-baik saja, tapi sebenarnya Mary masih sering melamun memikirkan sang ayah dan kadang menangis dalam tidurnya. Sebab itu juga Lily terkadang meminta tidur disamping Mary.

"Apa-apaan itu Black?!"

"Kau berisik McKinnon. Sangat berisik." Sirius memasukkan coklat batangan kedalam mulut si pirang berantakan. "Just shut up and eat this."

Mary mendengar apa yang diucapkan Marlene, tapi ia pura-pura tidak dengar. Tidak ingin membuat temannya yang lain khawatir dan membuat Marlene merasa bersalah. Ia tetap membaca buku catatan O.W.L pemberian RJ dengan tenang. Ya, itu sebelum Morgana Stebbins datang dan lagi-lagi menempel pada Remus yang sedang membaca novel Romeo and Julia di Common Room.

"Brosvett, bisa geser sedikit?" Pinta Morgana berusaha sedikit ramah.

Mary menatap kakak kelasnya sedetik lalu sedikit bergeser menciptakan ruang diantara dirinya dan Remus, ia kembali membaca bukunya berusaha tidak peduli.

"Oh, novel apa yang kau baca ini?"

Remus menghela nafas kasar, awalnya ini memang tidak buruk, tapi kini hampir setiap hari bahkan setiap 5 jam sekali Stebbins akan menghampiri dan mengajaknya bicara seperti ini. Ia bahkan menggeser Mary yang duduk tepat disamping Remus tadi.

"Ini Romeo and Julia."

"Aku tidak pernah mendengarnya, apa itu novel Muggle?"

"Yeah, ini novel Muggle milik Mary." Balas Remus tetap membaca novel di tangannya, setengah mengabaikan Morgana.

Perlahan-lahan Morgana meletakkan kepalanya di bahu Remus yang sedang membaca, membuat Lily, Marlene, Sirius, James dan Peter melongo. Mereka yang melihat saja tidak nyaman, apalagi Remus sendiri!

"Evans, kau tidak mau bersandar padaku begitu juga?" Tanya James pada Lily, entah kenapa akhir-akhir ini James mengganggu Lily dengan godaan seperti itu.

"Jika suatu hari aku mengiyakan ucapanmu, Potter. Itu adalah hari dimana aku sudah gila!" Jawab Lily jengah.

Di sisi lain Remus juga merasa tidak nyaman, tapi apa yang harus ia lakukan? Meminta Stebbins pergi? Bilang bahunya sakit? Werewolf muda itu menatap James, Sirius dan Peter berharap salah satu dari mereka membantunya. Tapi nihil, James dan Peter asik mengerjakan peta kastil dan Sirius menaikkan bahu tidak mengerti.

Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang