Sorry
Sorry
Sorry
Sorry
Sorry
Dan masih banyak lagi kata maaf yang diucapkan Sirius lewat notes kecil dimeja belajar teman-temannya- kecuali Peter, of course.
Sudah lewat satu minggu dari terakhir Mary bicara dengan remaja laki-laki itu. Sirius membuktikan ucapannya, ia benar-benar meminta maaf pada James dan Remus, biarpun belum secara langsung.
"Bagaimana keadaan Severus?"
"He's alright now, mungkin hanya sedikit guratan, tapi tidak ada yang berbeda dari fisiknya sebelumnya."
"Dan kalian masih tidak berbicara, Lils?"
Lily mengangguk pelan, "Aku masih belum bisa melupakan apa yang ia katakan. It's still hurts me when I remember it. Bagaimana dengan Remus?"
"Dia masih butuh ditemani sebelum tidur, sometimes he cry in his sleep. Dia harus memelukku seperti koala agar bisa benar-benar tidur."
Lily tertawa kecil, senang rasanya mendengar bahwa Remus sudah mulai kembali menjadi dirinya sendiri. "You should stay by his side. Hanya kau yang bisa menenangkannya, Mary. Bahkan James tidak bisa melakukannya."
"Oh, so it's 'James' and not just 'Potter' now?" Goda Mary membuat pipi Lily bersemu merah.
"Oh my- aku hanya berusaha berteman dengannya, okay?"
Mary mengangguk dan tersenyum menahan tawa, melemparkan batu ke permukaan Black Lake membuat batu itu memantul beberapa kali sebelum tenggelam. Tiba-tiba ia mengingat sesuatu dan kembali menatap Lily, "Sirius ingin meminta bantuanmu."
"Bantuan untuk apa?"
"Dia ingin meminta maaf pada Snape." Balas Mary lirih, ia tidak yakin Lily akan membantu Sirius.
"Is that why he's standing right there looking at us the whole time?" Tanya Lily menunjuk Sirius yang berdiri tidak jauh dari pohon tempat mereka duduk.
"Ah-" Akhirnya Mary menghela nafas kasar dan mengangguk, "Yeah, actually, aku tidak tahu dia ingin melakukannya sekarang."
Lily terdiam sejenak di tempatnya, perlahan tangannya menyilang di dada dan kedua matanya menatap Sirius lekat didepan sana.
"Yang dia lakukan adalah hal yang sangat fatal, remember?"
"Ya, kejadian itu memang salahnya. And he knew it too. That's why he try to apologize."
Lily menggumam ragu, biarpun bukan ia yang terluka akibat ulah Sirius malam itu, tapi dia menyaksikan semuanya, bagaimana Remus hampir membunuh Severus dan James. Ia juga jadi merasa sangat kecewa, namun Sirius punya hak untuk meminta maaf, mencoba memperbaiki kesalahannya. Sama seperti James.
Setelah beberapa saat, Lily akhirnya mengangguk pelan. "Suruh dia temui aku di depan perpustakaan sebelum jam makan malam."
•••
"I see it."
"Hm? See what?"
Remus menggerutu lirih, membenamkan kepalanya ke bantal yang ada di paha Mary, "Kau berbicara dengannya tadi."
"Aku hanya menyampaikan pesan Lily padanya, untuk menemuinya dan Snape didepan perpustakaan sore ini." Balas Mary mengelus pelan rambut remaja laki-laki yang tertidur di pangkuannya.
Remus terdiam, tatapan matanya kembali kosong, melamunkan semua yang telah terjadi. Ia kecewa pada Sirius, tentu saja. Marah, benci dan rasanya ia benar-benar ingin membakar sahabatnya itu dengan api Fiendfyre atas apa yang telah dilakukannya. Tapi ia tidak mungkin setega itu. Apalagi setelah melihat sendiri bagaimana Sirius menjadi orang yang berbeda, dijauhi oleh James, dirinya dan Peter benar-benar tidak membantu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
Fan-FictionTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
