22: Last Transform in Second Year

365 66 2
                                        

"You have talent in transfiguration and charms if I can say, lumayan pada ramuan dan Herbology tapi kurang dalam Astronomi tahun ini." McGonagall melihat catatan nilai Mary yang belum sepenuhnya lengkap.

"Jadi apa yang sebaiknya kuambil tahun depan, Professor?"

"Aku menyarankanmu untuk tidak mengambil aritmatika dan studi Muggle pada tahun ketiga, Miss Brosvett. Mengingat kau sudah memiliki banyak pengetahuan soal Muggle."

"So, can I just pick pemeliharaan satwa magis? Dan ramalan, mungkin?" Tanya Mary tersenyum lebar, berusaha menghindari pertanyaan lain dari McGonagall.

Professor itu memperhatikan jadwal setiap mata pelajaran untuk tahun ketiga dan tersenyum lebar juga pada Mary. 

"Jika kau memilih pemeliharaan satwa magis dan ramalan, kau masih bisa mengambil mata pelajaran ancient rune, Miss Brosvett."

Senyum di wajah Mary memudar, "Professor.. Aku tidak mau mengambil lebih dari 2 mata pelajaran tambahan."

"Miss Evans juga berminat mengambil 3 mata pelajaran tambahan, salah satunya ancient rune, jadi kupikir kau juga tertarik Miss Brosvett."

Mary menggeleng pelan, "Tidak, Professor. Terimakasih atas saranmu, tapi aku akan mengambil Satwa Magis dan Ramalan saja. Lily pasti punya teman di kelas itu nanti."

"Dan kau berniat menghabiskan sisa waktumu terlibat masalah dengan Mr. Potter dan Mr. Black?" Canda McGonagall membuat wajah Mary memerah seketika.

"I swear mereka yang menarikku kedalam masalah, Professor, bukan aku yang ikut terlibat!"

"I understand, but I understand as well kau selalu mencoba melindungi mereka, Mary. Especially Remus."

"I don't have anything to say about that, Professor. Setiap aku melihat Remus, aku hanya ingin melihat dia tersenyum."

"Well, he's kind of handsome isn't he?"

"P-professor..!"

Mungkin dalam sejarah hidupnya, itu adalah pertama kalinya Mary melihat McGonagall tertawa. Rasanya seperti melihat seorang ibu yang tertawa mengingat ulah anak-anaknya.

"Minnie..! Apakah Mary ada disini?!" Sebuah teriakan dari luar ruangan McGonagall membuat Mary memutar bola matanya malas, ia sudah kenal betul suara itu.

Pintu ruangan McGonagall terbuka lebar, memperlihatkan bocah berambut hitam bergelombang dengan wajah antusias.

"Minnie! Why don't you answer me?" Ulang Sirius bersikap sangat tidak sopan pada Professor McGonagall.

"Sirius! I'm here, jangan berteriak seperti itu!" Bentak Mary kesal.

"Mr. Black tidakkah kau ingat perjanjian kita untuk mengetuk pintu sebelum memasuki ruanganku?"

"Oh, I'm sorry Minnie! Tapi ini darurat, sebentar lagi malam tiba dan aku membutuhkan gadis disana itu.."

Kening Mary berkerut, untuk apa Sirius membutuhkannya?

"You need Miss Brosvett for what if I could ask, Mr. Black?" Tanya McGonagall juga penasaran.

Sirius menghela nafas panjang dan memastikan sekelilingnya sepi, "It's that time of a month, Minnie..!"

.....

"Kalian tidak perlu menemaniku setiap malam bulan purnama teman-teman, bukankah aku sudah sering meminta kalian untuk pergi tidur saja?" Ujar Remus sama sekali tidak terbiasa dengan situasi mereka saat ini.

Ini sudah yang keempat kalinya teman-temannya menemaninya untuk bertransformasi.. Empat kali!

"Remus, berdua lebih baik daripada sendirian." Balas Sirius merangkul bahu kawannya itu.

Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang