57: 2 Galleons

326 44 3
                                        

"Kau menikmati kencanmu dengan Sirius?" Tanya Remus pura-pura tertawa kecil. Memikirkan Sirius diantara banyak pria diluar sana justru menjadi orang pertama yang berkencan dengan Mary, sangat membuatnya terganggu.

"Sangat, kau harus lihat seberapa terkejutnya wajah Walburga melihatku!"

"Oh, dan jangan lupakan saat dia mengusir kita dengan ramah, Mary!" Teriak Sirius dari jendela belakang dapur membuat kening Remus berkerut.

"Walburga? Sirius's mom?"

"Yeah, dia mengusirku dengan sangat kejam. It's totally worth it to date with Sirius!"

Helaan nafas Remus terdengar lega, senyuman kembali terpatri di wajah si werewolf muda. Dia kembali memetik Strawberry yang ditanam Hope beberapa waktu sebelumnya. Kesehatan Hope memburuk akhir-akhir ini, tubuhnya menjadi lebih lemah padahal sudah meminimalisir kegiatan berat.

Penghasilan Lyall naik turun dan ekonomi mereka tidak stabil, Remus yakin hal itu yang menyebabkan Hope banyak pikiran. Obat-obatan untuk menenangkan Lycanthropy dan mengobati luka-luka Remus setelahnya harus dibeli setiap bulan, bahkan untuk membeli jubah atau buku tahun keenam putra mereka nanti, uang pasangan Lupin masih kurang.

"Remus!" Seru Mary menyadarkan lamunan bocah itu.

Ternyata sedari tadi Mary memanggilnya. Gadis itu menatapnya khawatir, seseorang yang namanya telah dipanggil berkali-kali tapi tidak mendengarnya pasti sedang tidak baik-baik saja.

"Ah.. Uhm.. Yeah?"

"Remus, what's on your mind?"

"Nothing!"

Mary menyilangkan tangannya, menatap Remus sambil mendekatkan wajahnya agar tatapannya bisa mengintimidasi, "I know you're thinking about something, sesuatu yang pastinya sangat mengganggu dirimu."

"Aku tidak memikirkan apapun, Mary! Aku hanya melamun, okay?"

"You lie, aku tidak sebodoh itu!"

"Baiklah.." Remus menjeda ucapannya dan mengambil nafas dalam, "Aku memikirkanmu! Puas?"

Wajah Mary memerah parah, meskipun begitu ia tahu bahwa Remus berbohong. Sekalipun dia senang tapi kebohongan tetap kebohongan, dia tahu Remus memikirkan hal lain.

"Aku senang mendengar itu, tapi itu tetap kebohongan."

"Mary.. I'm-"

"Remmy." Panggilan itu, tidak mungkin Remus menyembunyikan kegundahannya lagi setelah dipanggil dengan nama itu.

Lagi-lagi si werewolf muda menghela nafas panjang dan kali ini tidak lagi berusaha menutupi apa yang mengganggunya. "Kau tahu aku tidak akan bisa menolak jika kau memanggilku begitu, kan?"

"Mh-hm.. That's why I call you with that name, itu panggilan khusus dariku."

"Kau curang, Mary."

"Bukan curang, aku peduli. Sangat peduli kepadamu." Balas Mary memakan Strawberry dari keranjangnya, tersenyum manis dengan wajah tanpa dosa setelah menggunakan jurus andalannya.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang