33: Euphie and Mary

299 49 4
                                        

"Is it like this?"

"Add more chocolate chips, dear. Kita sama-sama tahu teman-temanmu suka coklat.."

"Especially Remus.." Ucap Mary dan Euphemia bersamaan, lalu keduanya tertawa menyadari seberapa mereka sudah mengenali bocah-bocah yang sedang bermain diluar sana.

Potter Manor tidak pernah seberisik itu sebelumnya, Euphemia dan Mary berkutat didapur sepanjang hari mencoba resep-resep masakan sementara Fleamont bermain bersama James dan kawan-kawannya hingga sore hari. Sungguh suasana liburan yang menyenangkan dengan Manor yang terlihat hidup.

Sambil menunggu biskuit yang mereka panggang matang, Euphemia dan Mary duduk di meja makan, menikmati coklat hangat yang tadi mereka buat.

"James bilang dia tidak diizinkan melihat Quidditch World Cup tahun ini?"

"Tahun ini dipenuhi kekacauan, Marianne, bahkan meskipun aku sangat ingin membawa kita semua-" Euphemia meneguk coklat hangatnya, "Tidak, itu terlalu beresiko."

Mary mengangguk mengerti, banyak berita yang menunjukkan protes terhadap peraturan dalam lapangan Quidditch World Cup. Dilarang Membawa Tongkat Sihir. Tidak masuk akal seakan tim keamanan tidak yakin dengan kemampuan mereka melawan sihir dari para penggemar Quidditch.

"Aku juga setuju, pasti akan jadi pertandingan yang tidak tenang. Aku berharap ada hal lain yang bisa kami lakukan bersama-sama liburan kali ini.." Mary menyeruput coklat hangatnya, merasa coklat itu sedikit terlalu pahit, ia menambahkan gula ke gelas milik teman-temannya.

"Apa menghabiskan waktumu memasak bersamaku tidak menyenangkan, dear?" Goda Euphemia membuat Mary gelagapan.

"Tidak seperti itu, Euphie! Hanya saja.. Aku ingin menciptakan banyak kenangan indah bersama teman-temanku.."

"Kenangan indah tidak harus tercipta karena hal-hal luar biasa, Marianne.."

"Tapi bukankah jika melakukan hal yang sama berkali-kali akan menjadi biasa saja?"

Euphemia menggeleng pelan, tersenyum hangat seakan menatap putri yang tidak pernah ia miliki, "Terkadang hal yang dilakukan berkali-kali dengan orang-orang yang membuat kita bahagia bisa menjadi kenangan paling indah, Mary."

"Contohnya seperti saat ini? Memasak bersamamu adalah hal yang menyenangkan Euphie.."

"Benar sekali, suatu saat nanti saat kau sudah punya 2 atau 3 orang anak dan kau sedang memasak untuk mereka, you will remember this time. Dan itu akan jadi kenangan paling indah meskipun aku tidak lagi ada disisimu, dear.."

Ucapan Euphemia membuat suasana menjadi sendu, Mary langsung beranjak dan memeluk ibu kawannya itu. "Kau akan selalu berada di sisiku, berada di sisi kami.. Jadi jangan katakan hal seperti itu."

Euphemia terkekeh dan memeluk Mary hangat, meskipun ia tidak memberikan balasan yang menenangkan hati gadis itu. Ia sudah terlalu tua untuk tidak menyadari bahwa waktunya sangat berharga karena bisa berhenti sewaktu-waktu. Ia hanya bisa berharap saat itu tiba, ada seseorang yang bisa menjaga putra semata wayangnya yang manja dan membuatnya dewasa.

Diam-diam ia melirik Mary, gadis yang sejak awal sangat dekat dengan putranya itu. Mary adalah gadis manis yang baik, tidak memandang rendah orang lain dan mengerti James layaknya saudara. Mungkinkah kedua bocah itu tetap bersama suatu saat nanti? Tapi Mary tidak pernah terlihat menyukai James, padahal putranya itu sangat tampan.

"Mary, bagaimana pendapatmu tentang James?" Tanya Euphemia memastikan isi pikirannya.

Saat pelukan itu terlepas, Mary menatap Euphemia dengan tatapan bingung, "Pendapatku tentang James? Pendapat seperti apa, Euphie?"

Hi Mr. Wolf Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang