"No one will escape..."
"No one will escape..."
"No one will escape.."
Mary berlari secepat yang ia bisa, berputar di kegelapan yang dingin dan menakutkan. Tapi sejauh apapun ia berlari, tidak ada cahaya yang terlihat, ia bahkan tidak bisa melihat dirinya sendiri.
Lagi-lagi ruangan gelap bagai infinity room ini menjadi tempat pertama yang ia lihat ketika ia membuka mata dalam tidurnya.
"Someone! Please help me!" Teriaknya putus asa.
"No one will escape..."
"No one will escape..."
"No one will escape.."
Lagi-lagi kalimat yang terus diulang-ulang bagai kaset rusak, dengan suara lirih menakutkan yang menggema di telinga gadis itu.
"Katakan padaku apa maksudnya?!!!" Bentak Mary benar-benar kehabisan kesabaran. Waktu itu angka 1 sampai 8, sekarang kalimat tidak jelas yang terus diulang oleh suara bodoh itu.
Persetan dengan takut, ia sudah muak terus bertanya-tanya apa maksud dari mimpi-mimpi seperti ini.
"No one will escape..."
"No one will escape..."
"No one will escape.."
"Jawab aku sialan! Apa maksud angka 1 sampai 8?! Apa maksudmu tidak akan ada yang bisa selamat?!"
"1... 2... 3... 4... 5... 6... 7..."
Suara itu malah kembali menghitung angka 1 sampai 7 membuat Mary jatuh terduduk, mengacak-acak rambutnya frustasi. Perlahan-lahan kedua matanya berkaca-kaca, bulir-bulir air menggenang di kedua mata gadis itu. Terjatuh bagai hujan di bulan Juli.
Di tengah-tengah keputusan asaannya, langkah kaki terdengar mendekat ke arah Mary, meskipun ia tidak dapat melihat apapun selain kegelapan.
"1 2 3 4 5 6 7.. No one will escape, but eight will return.."
...
"Apakah kau jujur bahwa semua yang kau tulis disini benar-benar mimpi yang kau alami, Miss Brosvett?" Tanya peramal tua itu memicingkan matanya membaca setiap kata yang ditulis Mary dalam buku harian mimpi.
"Aku berani bersumpah, Professor! Aku sendiri tidak ingin mengalami mimpi-mimpi aneh semacam itu!" Seru Mary agak kesal, bukannya diberi penjelasan ia malah dicurigai.
"Hanya kau, satu-satunya siswaku yang mengalami mimpi seperti ini.." Professor beranjak dari tempat duduknya, lalu mengambil sebuah buku tua berdebu diatas lemari ruang kerjanya, "Mimpi melihat angka bisa menjadi pertanda pasti berdasarkan angka yang kau lihat, tapi mendengar suara menyebutkan angka berurutan bisa menjadi sebuah... Pertanda buruk."
"Pertanda buruk? Pertanda buruk apa?"
"Dalam tafsir mimpi biasa, memimpikan angka yang berurutan berarti kau diminta untuk berhati-hati mengambil setiap keputusan dalam hidup.." Wanita tua itu membuka lembaran demi lembaran buku tua di tangannya.
"Tapi aku tidak melihat angka yang berurutan, aku mendengar seseorang menghitungnya, Professor." Mary berdecak resah.
Buku yang telah terbuka pada halaman ke 118 diletakkan diatas meja, menunjukkan halaman yang sudah pudar dan pinggirannya dimakan rayap. Wanita itu memberi isyarat pada Mary untuk membacanya dan tanpa pikiran lebih lanjut, gadis bersurai coklat itu membaca kata demi kata yang tertulis disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
FanfictionTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
