Orang bilang, musim panas adalah musim paling dinanti. Tapi biarpun musim dingin membuat nafas mereka mengeluarkan asap dingin dan membuat tangan mereka kaku membeku, keindahan musim dingin tidak bisa diremehkan.
Mary mengeratkan syal yang ia gunakan, kembali membentuk salju di tangannya bulat-bulat untuk menghias snowman yang sudah ia buat. Banyak sekali boneka salju berjajar di halaman depan Potter manor. Karyanya dan James dari siang tadi hingga sore ini saat matahari hampir terbenam.
Biasanya ia akan bertemu Daisy yang berkunjung atau mampir sesaat, tapi sepertinya Natal kali ini akan sulit bagi mereka karena Morwick tetap bekerja. Mengurus bisnis Brosvett berupa pertokoan dan distribusi barang yang sudah kembali berjalan normal.
"Anak-anak di Panti Asuhan itu, berapa jumlahnya kemarin?" Tanya James tiba-tiba.
"Hm.. Sekitar 30 orang?"
James terlihat memegang dagunya dan berpikir cukup lama setelah mendengar jawaban Mary. "I think mereka sepertinya kekurangan selimut dan baju hangat." Ia menatap Mary dan berkedip tanpa kata.
"Yeah, salju berat membuat orang-orang menjadi enggan keluar rumah dan mereka tidak menerima banyak donasi tahun ini." Ucap Mary tersenyum, memberi sedikit jeda sambil menempelkan bola salju sebagai kaki snowman-nya. "Aku tahu sebuah toko pakaian yang nyaman dengan kualitas bagus dan harga yang terjangkau, pemiliknya adalah teman ayahku dulu." Lanjutnya langsung dibalas anggukan cepat oleh James.
"Menurutmu kita bisa memesan beberapa barang dan mengirimkannya ke Panti Asuhan itu?"
"Yeah, itu akan sangat membantu mereka di musim dingin seperti ini. Muggle tidak punya penghangat selain perapian."
"Aku akan mengambil uangku nanti, kurasa kita harus meminta pemilik toko itu untuk kesini." Lanjut James.
"Akan lebih aman seperti itu. Kita tidak tahu apa bahaya yang mengintai di jalanan."
"Hah, para pelahap maut sial-"
Sebuah lolongan anjing menginterupsi obrolan James dan Mary, seekor anjing hitam terlihat menunggu gerbang Potter Manor terbuka. Semenjak maraknya kasus penyerangan oleh Death Eater, gerbang yang sebelumnya otomatis terbuka bila ada tamu, kini tidak bisa lagi. Harus ada pemilik rumah yang membukanya sendiri dari dalam.
"Is that..?"
"Padfoot...!" Teriak James girang, ia langsung berlari ke arah gerbang besar itu, anjing hitam besar itu benar-benar Sirius. Begitu James membukanya, anjing itu langsung berlari masuk, melewati James dan menubruk Mary hingga gadis itu jatuh ke salju. Ia menjilatinya dengan lembut. Tampaknya Sirius baru saja kembali dari rumah Alphard.
"Hey! Ini geli! Ugh, kau benar-benar..!"
Hanya satu kedipan mata dan anjing besar itu berubah menjadi remaja laki-laki dengan garis wajah tajam yang tampan. Dia menarik tangan Mary, membantunya berdiri.
"Sirius.."
"It's nice to finally seeing you, Mary." Ucapnya mengedipkan sebelah matanya. "Merry Christmas. Kau terlihat semakin gendut."
Kedua mata Mary memutar malas, "You're so annoying. Ini baru dua minggu, Sirius. Kau bicara seakan kita sudah berbulan-bulan tidak bertemu."
"What can I say? I miss y-"
Bug
Sebuah bola salju mendarat tepat di pipi Sirius.
"Rasakan itu Pads! Don't you know itu kurang ajar tidak menyapa pemilik rumah terlebih dahulu?"
"One second Mary-" Sirius langsung mengambil salju ditanah dan membentuknya menjadi bola juga, ia menatap James yang tersenyum tanpa rasa bersalah, "You asked for it Prongs...!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
Fiksi PenggemarTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
