Setiap siswa tahun kelima terlihat lemah letih lesu lelah dan sama sekali tidak bersemangat. Minggu ini adalah minggu dimana OWL dilaksanakan dan rasanya sebagian inti jiwa Mary dan Marlene sudah tersedot oleh OWL. Hanya Lily yang tetap bugar, akhirnya ia bisa mengerahkan seluruh usaha belajarnya di ujian ini.
"Ini terlalu berat, aku tidak sanggup."
"Hanya tinggal beberapa hari lagi Marls, kita pasti bisa.. Lihatlah seberapa rajinnya Lily."
"Professor tidak memberikan ujian yang sesulit itu, guys."
Marlene melemparkan penanya kepada Lily, "Itu menurutmu, tidak menurut semua orang, Lils!"
The Marauders yang habis menjemput Remus dari Hospital Wings memasuki Common Room dan duduk di sofa depan dimana ketiga gadis Gryffindor juga sedang belajar. James bahkan dengan tidak tahu malunya duduk di samping Lily.
"Good evening Evans, you look pretty well today, belajar berdua denganku malam ini?" Cengiran khas James membuat Lily merinding, ia memukulkan majalah ke wajah James dan membuat bocah itu mengaduh.
"In your dreams, Potter!"
"Ouch, kau melukai hatiku lagi."
Lily memutar bola matanya malas dan kembali membaca buku catatannya, Sirius dan Peter tertawa terbahak-bahak begitu pula dengan Mary juga Marlene.
"Itu penolakan yang keberapa, Black?"
"Yang ke-5 minggu ini dan jika ditotal dengan minggu-minggu sebelumnya itu penolakan yang ke-37!"
"Oh shut up guys, Evans hanya ingin melihatku berusaha lebih keras lagi!" Sahut James ikutan terkekeh.
Mary menatap Remus yang terlihat lelah, bocah itu pasti kurang istirahat karena semalam bulan Purnama. Mary tidak bisa menemaninya bertransformasi karena teman sekamarnya sepertinya sudah mulai curiga dengan 'alergi' Remus yang terjadi sekali setiap bulan. Marlene sih tidak terlalu peduli, tapi entah kenapa Lily lebih mengawasi gerak-gerik Mary dengan The Marauders akhir-akhir ini. Sepertinya disebabkan oleh tingkah James yang terus menerus mengganggu Lily bagai budak cinta.
Kalian pasti penasaran dengan bagaimana respon Remus pada apa yang dia lakukan kepada Stebbins saat itu kan? Well, dia langsung menjelaskan akar masalahnya pada The Marauders dan mereka mengerti, Sirius dan James bahkan ingin memberi Stebbins dan teman-temannya pelajaran sekali lagi tapi dilarang oleh Mary. Remus sendiri hanya tersenyum mendengar penjelasan Mary, dia tidak bertanya lebih jauh tidak juga menyalahkan.
"You should take a nap, Rem." Ucap Mary tersenyum simpul.
"Dia sudah tidur beberapa jam di Hospital Wings setelah minum obat dari Poppy, Mary." Sirius yang menjawab sebelum Remus sempat membuka mulutnya.
"Dia masih terlihat lelah, Sirius."
"Well, dia tidak bisa tidur semalaman penuh-"
"Tidak bisa tidur semalaman penuh? Apa memang separah itu alergimu, Remus?" Potong Lily melirik ketiganya, dia selalu merasa ada yang aneh dengan alergi Remus, terlebih akhir-akhir ini. Alergi macam apa yang muncul sebulan sekali dan menyebabkan seseorang tidak bisa tidur? Mencurigakan.
"Oh Evans, memotong pembicaraan orang itu tidak baik! Remus tidak tidur semalaman karena dia sibuk menggaruk kulitnya yang gatal-gatal itu."
Remus menunjukkan tangannya yang kembali terdapat luka-luka gores, "Ini lumayan parah kan?"
Lily memicingkan matanya lalu kembali fokus pada buku di tangannya, meskipun ia masih curiga, bukan saat yang tepat untuk mencari tahu ditengah ujian seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Hi Mr. Wolf
Fiksi PenggemarTimeline sebelum Dear Frederick, menceritakan kehidupan Marianne Rose Brosvett di Hogwarts dan kisahnya dengan Remus Lupin. ... "Jika reinkarnasi benar-benar ada, kau ingin terlahir sebagai apa Remmy?" "Aku ingin menjadi apapun selain manusia ser...
