yeyy baikan

1.9K 106 7
                                        

Matahari bersinar mengusik Rony yang masih berada di atas tempat tidurnya. Kondisi lelaki itu tak begitu baik, kantung mata yang terlihat jelas menghitam, rambutnya berantakan, tubuhnya pun terlihat lebih kurus dari sebelumnya. Entah mengapa Rony merasa sangat kacau saat Salma memilih acuh pada dirinya, ia benar-benar telah merindukan Salma di sisinya Tuhan.

Rony menuruni tangga dengan tergesa karena ia tak mendapati Arka di keranjang bayinya namun langkah Rony terhenti di depan pintu yang menjadi sekat antara dapur dan halaman belakang. Netra Rony dapat dengan jelas menangkap kedua manusia yang ia jadikan pusat dunianya sedang tertawa bersama tetapi di balik itu hati Rony sedikit sakit ketika tawa itu hadir tanpa dirinya!

" Nak kenapa ayahmu sangat menyebalkan? Di saat Bunda lelah dan membutuhkan perannya sebagai seorang suami dia malah memilih menoreh luka di hati Bunda."

" Bunda sadar Bunda bukanlah sosok Ibu yang sempurna untuk Arka tapi Bunda selalu berusaha untuk memantaskan diri Bunda sebagai seorang Ibu untuk kamu Nak. Tetapi di saat Bunda berusaha untuk itu ayahmu mematahkan semuanya, Bunda sudah memaafkan ayah namun saat melihat ayahmu bawannya Bunda kesel Nak, rasa sakitnya masih ada! " Monolog Salma seolah anaknya itu mengerti dengan curahan isi hatinya.

Rony terdiam, hatinya meringis mendegar setiap lisan yang keluar dari bibir istri cantiknya itu. Rony kembali mengingat janjinya di hari Salma ingin mengakhiri hidupnya tentang dimana ia berjanji akan menjadi rumah untuk Salma yang sudah rapuh akan tetapi kenyataan nya dia gagal menepati janji itu. Memori-memori liar terus saja meghantui kepala Rony membuat tanpa sadar air matanya jatuh!

" Maaf sayang aku minta maaf, aku tidak bermaksud menyakiti hatimu sampai saat ini kamu ibu terbaik untuk Arka." Batin Rony menatap punggung Salma

Cukup lama bergelud dengan perasaanya akhirnya Rony memantapkan dirinya untuk mendekati Salma, merengkuh tubuh kecil istrinya dari belakang, memberikan usapan pada tubuh kecil Salma sebagai bentuk pemberian rasa nyaman. Diam-diam dalam hati Rony tersenyum senang karena Salma sama sekali tak menolak pelukan darinya.

" Sayang aku minta maaf. Saat itu emosiku sedang tidak stabil, aku udah capek di kantor sampai rumah denger Arka nagis sebegitunya sampai wajahnya memerah. Aku sama sekali ga sadar atas semua ucapan ku itu seakan semua keluar begitu saja tanpa aku suruh. "

" Aku benar-benar minta maaf, seribu maaf untuk kamu, kamu Ibu yang baik untuk Arka Ca, ga perlu ada kata pembuktian untuk memantaskan diri karena kamu sudah menjadi Ibu terhebat dalam kehidupan Arka sayang. Kalau pun ada yang harus memantaskan diri maka itu aku, aku yang harusnya intropeksi diri agar bisa menjadi Ayah dan suami yang baik dan bisa di andalkan kalian berdua dan mungkin nanti adik-adik Arka " Tutur Rony menyembunyikan wajahnya pada bahu Salma dan menumpahkan air mata penyesalan dan bersalahnya di sana.

Salma tak bergeming ia membiarkan Rony puas dengan isak tangisnya, ia lebih memilih meresapi kata maaf Rony untuk ia jadikan obat luka di hatinya yang sudah terlanjur melebar!

" Kamu itu luka sekaligus obat, sesakit apapun itu kamu tetep berhasil menjadi tempat aku menyembuhkan kembali luka yang ada. Aku ga marah sama kamu aku cuma kecewa sama jalan pikiranmu yang memilih membawa masalah pekerjaan dan melampiaskan semuanya di rumah. Aku cukup sadar dengan posisiku yang hanya seorang Ibu rumah tangga yang di nafkahi suaminya yang sudah cukup lelah bekerja maka dari itu aku memilih menyembunyikan masalah rumah dari kamu hanya karena aku ga mau kamu tambah pusing, aku pikir urusan rumah biar jadi urusan ku saja! " Ucap Salma dengan pelan namun terasa begitu sampai ke ulu hati Rony.

" Maaf, maaf sayang " Hanya kata itu yang mampu Rony katakan di sela tarikan hingusnya.

" Maaf kalau masih di ulangin juga buat apa Kak " Kata Salma

Rony membawa tubuhnya bersimpuh di hadapan Salma, lelaki itu menaruh kepalanya di atas paha Salma, menatap istrinya dengan mata yang berkaca-kaca.

" I'm sorry sayang, maafin aku plis" Kata Rony memohon

Salma menatap Rony tak tega, ia rasa sudah cukup empat hari ini dia memberikan pelajaran untuk Rony dengan menolak keras interaksi dengan dirinya, lagi pula Salma sudah memaafkan Rony sepenuhnya rasa kecewanya pun perlahan memudar walaupun hatinya sempat benar-benar terluka oleh ucapan Rony yang emosi sesaat.

" Aku mau kaka belajar untuk lebih bisa mengontrol emosi kaka itu, jangan sampai emosi sesaat kaka merusak semuanya. Kali ini masih ada kesempatan kedua, tidak ada pengulangan cukup perbaiki diri kaka agar kesalahan yang sama tidak terulang dua kali " Kata Salma lalu pergi membawa Arka masuk kedalam rumah mengingat matahari yang mulai terik.


_______________________

Meja makan kembali terasa hangat setelah beberapa hari ini begitu sepi. Terlihat kesibukan Salma yang menyiapkan sarapan di piring Rony sementara lelaki itu memilih mengendong Arka si bayi kecil yang tampan dan menggemaskan

 Terlihat kesibukan Salma yang menyiapkan sarapan di piring Rony sementara lelaki itu memilih mengendong Arka si bayi kecil yang tampan dan menggemaskan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


" Yang liat Arka ketawa tapi merem hahaha " Heboh Rony saat Arka tertawa namun matanya terpejam.

Salma tersenyum " Mungkin dia lagi mimpi yah yang? " Kata Rony menatap Salma.

" Mungkin adek seneng kali Ayah dan Bundanya udah baikan sekarang ga berantem lagi kaya kemaren-kemaren" Kata Salma menaruh piringnya di meja makan.

Salma mengambil Alih Arka kedalam gendongannya bermaksud membiarkan Rony sarapan dengan lebih leluasa sementara dirinya akan makan sembari sebelah tangannya menggendong Arka.

" Sayang aku suapin aja yah! " Tanya Rony menyatukan nasinya dan punya Salma menjadi satu.

" Kak " Kata Salma protes.

" Suttt udah, aku mau makan sama kamu. Arka itu anak aku juga dan kamu susah makan karena anak aku itu artinya aku harus membantu kamu makan sayang lagi pula tidak baik kalau sampai kamu telat makan " Kata Rony menyodorkan sesendok nasi di hadapan mulut Salma.

Kehangat kembali menyelimuti hati Salma akhirnya Tuhan, ia bisa merasakan perhatian dan kelembutan seorang Rony Paradipta kembali!

" Kenapa nagis sayang? Hem? " Kata Rony yang kaget melihat air mata Salma yang menetes jatuh.

" Terima kasih, tetap kaya gini yah Kak! Jangan berubah sampai kapan pun itu " Kata Salma tersenyum.

Rony berdiri membawa Salma kembali kedalam pelukannya, menyalurkan rasa sayangnya lewat pelukan yang empat hari lalu sempat hilang.






Lapak Author

Hai-hai semuanya, apa kabar kalian? Maaf yah baru kembali setelah sekian lama kalo kalian lupa baca lagi yah ges 😭

Oh iya, do'ain author bisa bawa mendali emas dari lomba siswa sastra internasional oke 🤍 dukung author terus yah seng seng ku 🥺

Streeming karya Salma dan Rony di seluruh platform music tanah air.

Jangan lupa vote dan komentar kalian kawan-kawan ku, biar author semangat gitu 💃






SEE YOU🙏
Terima kasih

DUA GARIS Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang