Usia perdebatan subuh tadi baik Salma maupun Rony sama-sama diam. Keduanya lebih nyaman dalam kebisuan hingga kehangatan di meja makan yang selalu terasa kini sirna digantikan suasa cangung di antara keduanya. Rony yang masih kesal dengan keputusan istrinya yang kekeh untuk melakukan persalinan normal memilih diam guna mengontrol emosinya agar tak meledak dan menyakiti hati istrinya!
Setelah makanan di piringnya dan Salma habis Rony lantas berdiri membawa piring bekas mereka ke wastafel, mencucinya hingga bersih sementara Salma diperintahkan oleh Rony untuk lebih dulu ke ruang tamu
Salma berjalan memegangi perutnya ke salah satu sudut rumahnya yang terdapat foto pernikahannya bersama Rony beberapa bulan silam
" beberapa bulan lalu kamu mengucap namaku di hadapan penghulu dengan perasaan yang aku yakini terpaksa. Hampir sembilan bulan usia pernikahan kita tidak ada satu pun hari kamu melewatkan moment-moment manis yang bisa kamu ciptakan tapi hari ini kamu berubah dingin kak. Aku paham betul kak pada ketakutan kamu dan itu falid aku pun merasakannya tapi apa salah jika aku ingin melahirkan dengan kekuatan ku sendiri?"
Salma bermonolog dalam hatinya. Ia sadar perlakuan Rony yang hangat berubah akibat keputusannya yang kekeh untuk tetap mejalani persalinan secara normal!!
" ssttt" Salma meringis memegangi perutnya yang terasa sakit membuat wanita itu memilih duduk di kursi yang tersedia dan berusaha mengatur nafasnya
Sementara itu Rony yang baru saja menyelesaikan kegiatannya ikut menyusul Salma ke ruang tamu. Lelaki itu akan membicarakan kembali topik permasalahan yang membuat dirinya sedikit berjarak dengan Salma. Namun bukannya menemukan solusi Rony malah di buat panik kala melihat Salma yang tengah duduk di sofa memegangi perutnya dengan peluh yang membanjiri pelipisnya
" Sayang kamu kenapa hey? Perutnya sakit?" Tutur Rony dengan panik menghampiri sang istri
Salma tak menjawab, ia lebih fokus pada rasa sakitnya yang luar biasa!!
" Hiks hiks sa-sakittttt kak" Adu Salma yang kini sudah menagis
" Atur nafasnya sayang, tarik pelan-pelan hembuskan perlahan" Rony berusaha membantu Salma mengatur nafasnya meski dirinya juga panik bukan kepalang. Maka setelah merasa Salma mulai lebih terkontrol dengan secepat kilat Rony berlari ke arah kamarnya menyambar tas berisi kebutuhan Salma dan bayi mereka, tak lupa Rony mengambil hijab instan Salma
Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit Salma terus saja mengadu dan meringis kesakitan membuat Rony yang berada di balik kursi kemudi tak tega pada wanitanya itu!!
" DOKTER, SUSTER " Rony memangil para tenaga medis dari arah lobby sambil mengendong Salma yang sudah terlihat sangat lemah
Suster yang tentu saja melihat kedatangan Rony dengan tergesa mendorong brankar kosong untuk di tempati Salma
" Suster bawa pasien ke ruang bersalin biar saya panggilkan dokter Naura" Ucap salah satu suster berlari menuju ruang dokter yang kini menegani Salma mengantikan dokter Chintya yang notabenenya praktek di jakarta
" Sayang aku mohon kamu yang kuat yah, aku ada di sini sama kamu sayang" Ucap Rony terus memegangi tangan Salma yang sedang menahan sakit di perutnya
" Kak sakittt sa-kittt bangettt ya Allah" Adu Salma meneteskan air matanya
Dokter Naura yang baru sampai di ruang bersalin segera melakukan tugasnya sebagai seorang tenaga medis!
" Ini baru pembukaan ke lima kita tunggu beberapa menit lagi sampai ke pembukaan ke sepuluh baru proses persalinan bisa dilakukan"Tutur Dokter Naura membuat Rony menatap Salma lamat
" Kak aku mau duduk" Ucap Salma menatap Rony sayu
" sayang kamu berbaring aja yah, biar tenaganya ga kekuras sayang"Tolak Rony yang tentu khawatir jika tenaga istrinya habis
" Aku mau duduk kak, biar sakitnya rada berkurang sedikit" Sanggah Salma yang akhirnya di turuti Rony
Rony membantu Salma duduk di tepi brankar dengan kaki yang menjuntai ke bawah sementara Rony terus berada di hadapan Salma mengelus pinggang istrinya dengan penuh kasih sayang. Salma juga menumpukan kepalanya di dada Rony sambil sesekali mengambil nafas dalam!
" Kak bunda dimana? Aku pengen ketemu bunda kak" Ucap Salma sedikit terbata
" Bunda masih di perjalanan dari jakarta sayang. Kamu yang kuat yah berjuang sama adek, ada aku di sini nemenin kamu juga" Tutur Rony diangguki Salma
Rony yang masih setia berada di posisinya dia buat tak tega setiap mendegar ringisan atau pun aduan kesakitan dari wanitanya
" Sayang kita oprasi caesar aja yah!" Tutur Rony dengan lembut
Salma mendogakan pandagannya "Aku ga mau kak, sudah setengah proses yang aku jalanin. Aku mampu kak, aku bisa" Ucap Salma dengan tatapan memohon membuat Rony menghela nafas
Salma kembali menyembunyikan kepalanya di bahu Rony. Sesekali wanita itu harus mengigit bibirnya sendiri menikmati setiap gelombang cinta yang diberikan oleh sang buah hati, Salma berulang kali mengembuskan nafasnya mencoba mengatur ritme nafasnya tak jauh berbeda dengan Rony yang juga tak henti-hentinya mengusap punggung dan panggul istri tercintanya!!
Di tengah moment-moment itu dokter Naura masuk ke dalam ruangan mengecek kembali pembukaan Salma
" ini sudah pembukaan ke sepuluh, proses persalinan akan segera di mulai. Ibu Salma yang rileks dan ikuti aba-aba dari saya yah bu" Ucap dokter Naura bersiap melakukan proses persalinan!!
" Mamah, bunda Salma minta doa restu kalian. Maafin Salma mah kalau moment kelahiran Salma membuat mamah harus pergi dari dunia, Hari ini Salma akan melahirkan buah hati Salma mah, bun. Terima kasih kalian adalah ibu yang hebat, Salma bangga mengenal kalian di hidup Salma"*batin Salma sendu
" Ibu manusi paling tangguh di dunia, rela mendedikasikan hidup dan matinya untukmu anaknya. Maka sebelum terlambat berterima kasih lah pada mereka !! " Author's
***
Lapak Author
Hai warga dukung terus karya Salma dan Rony jadikan interaksi mereka mood boster untuk kita
Part yang membuat Author sedikit melow. Untuk kalian semua berterima kasih lah untuk ibu kalian karena tanpa mereka mungkin sekarang kalian tak ada di dunia 📌
Keep streming karya-karya Salma dan Rony di seluruh platform music 🎸
Jangan lupa di vote dan komentar kalian yah wargaku sayang 💗
SEE YOU 🙌
Terima kasih
KAMU SEDANG MEMBACA
DUA GARIS
Genç KurguKetika sepasang manusia yang terpaksa menikah karena sebuah accident di malam hut sekolah mereka happy reading guys 🍣
