10.000++ kata nih bos.
Siapkan camilan XD
.
[ ARC Villain | Chapter 83 ]
.
"Mancing lagi?" adalah pertanyaan yang ibu berikan begitu melihatku tengah bersiap dengan semua peralatan yang ada di tangan. "Kamu itu gak ada kapoknya walaupun kemarin sampai kecebur."
Aku tak mengindahkan perkataannya, dan membalas hanya dengan senyuman. Setelah semua hal yang harus kubawa telah siap, aku akhirnya berangkat dan mulai pergi ke spot yang sudah beberapa kali kukunjungi tersebut.
Pandanganku beralih ke apa yang ada di tangan, dari mulai peralatan mancing, air mineral botol berkapasitas 1,5 liter, kursi lipat, dan juga banyak hal lainnya, sehingga beberapa ku masukan juga ke dalam ransel punggung.
Hmnnn ... hari ini kira-kira aku dapat berapa banyak ikan ya?
Jika boleh, tentunya aku ingin mendapatkan sangat banyak. Apalagi kakak dan ayah juga pulang malam ini. Jika bisa dapat banyak atau setidaknya 10 buah, aku bisa pamer pada mereka berdua.
Shīna Gayatri si pemancing handal~
Wah, julukan itu terdengar keren juga.
Aku mengangguk-angguk sembari tersenyum membayangkan pujian yang akan kudapatkan di saat makan malam nanti.
Yosh! Hari ini memancing sampai matahari terbenam pun tak apa.
[ Ddrrttt ]
Suara bising ponsel terdengar. Aku kemudian menghentikan langkah dan mulai mengambil ponsel yang berada di dalam saku.
Kedua tanganku sudah penuh dengan berbagai barang bawaan. Karena malas meletakkannya terlebih dahulu, aku menjepit ponsel di antara pundak dan telinga sebelum kembali melangkah.
"Iya, Rei?"
[ Apa maksudmu dengan itu? ]
"Hah?"
[ Aku sudah membaca semua pesan yang kau kirim. Apa kau gila? Kenap—, kenapa pula kau bisa berpikir sampai ke sana? ]
Mendengar keluhan Rei, senyuman yang ku punya saat membayangkan ikan langsung saja padam. Aku sedikit memiringkan kepala agar ponsel yang terjepit tidak terlepas. Posisi itu jelas tidak nyaman, tapi setidaknya aku masih bisa berjalan tanpa harus menurunkan barang.
"Bagus jika kau sudah membacanya. Jadi setidaknya percakapan ini akan berlangsung di atas konteks."
"Shīna-san," panggilnya. Aku bisa mendengar deruan napas yang terdengar lelah itu. "Itu terlalu berbahaya lho. Bukankah kau hanya sendirian di sana? Bagaimana jika terjadi masalah? Dan apa-apaan taruhan yang kau beri pada mereka? Lompat dari lantai 4? Orang gila mana yang akan memercayai hal seperti itu."
Aku menggeser botol air yang mulai terasa licin di genggaman.
"Itu tak perlu dipercayai, tantangannya hanya perlu untuk diterima. Dan aku rasa ... aku punya kesempatan cukup besar untuk membuat mereka menerimanya."
Aku sudah terlalu berani, tak peduli seberapa tolol hal itu terdengar ... tentunya mereka pun tetap tak bisa mengabaikannya lagi. Apalagi dengan umpan tantangan tak tahu diri seperti itu, pada akhirnya akan ada keharusan untuk melindungi ego kelompok. Selain itu kondisi plin-plan Vero pun sangat membantu.
[ Ya tapi tetap saja ... bahkan walaupun semuanya berjalan lancar, risikonya tetap besar. Bahkan saat di Jepang pun, dengan kami di sisimu, kau belum pernah melakukannya dalam skala sebesar ini. Apa kau yakin ini tak akan apa-apa? ]
KAMU SEDANG MEMBACA
FIGURAN
Romance🌹 FIGURAN blurb : Shīna Gayatri bukanlah tokoh utama. Dia, hanyalah seorang figuran ... Melihat tokoh utama wanita yang disiksa, melihat tokoh pria yang berjuang mati-matian untuk si cewek, juga melihat si Antagonis yang selalu membuat masalah. Di...
