"Jadi ... apa hal penting itu sampai gue harus ke sini?"
Para manusia itu mulai menatap satu sama lain, mereka semua tak tahu harus mulai menyampaikan dari mana.
"Ezra ketemu Shīna," timpal Ren.
Vero mendelik. Ada sedikit percikan di hati si pria, meskipun begitu ia berusaha untuk mengontrol ekspresi, "oh ya?"
Orang yang dibahas mengangguk. "Ya, gue udah ketemu sama Shīna---kebetulan," Ezra terdiam sebentar, memilih kata-katanya sedikit ragu, "atau mungkin dia emang sengaja nyari kita? Entahlah. Gue juga gak tahu."
Semua orang masih diam, memberikan Ezra ruang untuk terus bicara.
"Dia ... cewek itu mau nyelesain masalah yang dia punya sama kita." Kali ini sorotan mata itu spesifik diarahkan ke Vero. "Katanya di SMA TRIVIA bentar lagi bakal diadain pekan olahraga. Dia secara spesifik nantang lo buat hal itu."
"Hah?"
"Dia bilang mau bikin taruhan." Ezra kemudian melemparkan gulungan lembaran kertas ke arah Vero, pria itu menangkapnya dengan mudah lalu mulai membaca isinya.
"Salah satu hal yang dipertandingin di pekan olahraga SMA TRIVIA itu bela diri campuran. Dia mau bikin taruhan di bidang itu."
Sebelah alis Vero naik, "Dia cewek, maksudnya dia mau nantang gue di sana?" Ada sedikit kekehan terdengar, "bahkan walaupun gue mau, panitianya gak mungkin ngasih izin."
"Bukan." Orsa mulai buka suara, "dia bilang dia bakalan minta seseorang buat wakilin dia."
Sebelum Vero datang, mereka semua sudah berdiskusi terlebih dahulu tentang hal ini, Vero adalah yang terakhir tahu karena datang belakangan. Jadi sedikit banyak, setelah paham dan mendengar cerita Ezra, beberapa dari mereka juga bantu untuk menjelaskan pada Vero.
"Isi taruhannya adalah kalau dia menang, dia pengen kita ngelepasin dia buat selamanya," nadanya merendah, "bahkan walaupun Axel gak pernah bangun lagi, kalau Shīna menang, dia pengen terlepas sepenuhnya dari tanggung jawab itu. Dia pengen dilepasin bahkan kalau Axel mati." Tangan Orsa mengepal, "dengan kata lain Itu sama aja kayak dia minta buat dilepasin dari tanggung jawab pembunuhan."
Vero melepaskan atensinya dari lembaran pengumuman pekan olahraga ke Ezra. "Dan kalau kita yang menang?"
"Dia bilang bakalan loncat dari lantai 4." Yang menjawab justru Orsa lagi, ia terkekeh sinis, "bener-bener bullshit!" lanjutnya.
Vero ingin berbicara, tapi ia menelan kembali kata-katanya. Informasi ini bukan suatu hal yang mudah untuk dicerna. Keningnya mengernyit, ia mencoba membedah perkataan teman-temannya satu-satu.
SMA TRIVIA akan mengadakan pekan olahraga dalam waktu dekat. Shīna menemui Ezra dan bilang ingin menyelesaikan masalah. Penyelesaian masalahnya adalah taruhan. Jika menang Shīna ingin dibebaskan, dan jika kalah dia akan loncat dari lantai 4.
Otak Vero terasa panas.
Tunggu sebentar—
Hah?
Hanya pembicaraan macam apa ini?
Kenapa tiba-tiba loncat dari lantai 4?
Tidak, tunggu.
Terakhir kali ia bertemu dengan gadis itu, bukankah Vero sudah bilang agar Shīna segera mencari orang yang telah menipunya dan membeli Rolex tersebut seharga 10 juta? Bukankah Vero sudah bilang padanya untuk mendapatkan sisa uangnya dan pergi dari kota?
Tidak.
Kenapa-
Kenapa tiba-tiba perempuan itu malah menemui Ezra dan mengatakan omong kosong?
KAMU SEDANG MEMBACA
FIGURAN
Romansa🌹 FIGURAN blurb : Shīna Gayatri bukanlah tokoh utama. Dia, hanyalah seorang figuran ... Melihat tokoh utama wanita yang disiksa, melihat tokoh pria yang berjuang mati-matian untuk si cewek, juga melihat si Antagonis yang selalu membuat masalah. Di...
