Selamat Membaca📖
Tak jauh Dari itu ada seseorang yang tersenyum kecut.
Ya, Jerry tersenyum tetapi, seolah otak nya mengejek Kau tersenyum sementara hatimu terluka. Sungguh malang!
Karena hari memang sudah mulai gelap akhirnya seluruh anak-anak berhampuran pulang.
Lain cerita bagi panitia pensi, mereka masih di sana untuk beres-beres.
Keesokan paginya Jerry seperti biasa menjalankan hukuman nya.
Pagi-pagi ia menjemput Vania dan tiba di sekolah dengan cepat. Entah setan apa yang merasuki Vani hari ini, dia tidak rempong seperti biasa.
Sesampainya di parkiran, Vania tak langsung pergi ia menunggu Jerry yang memarkirkan motor nya.
"Kenapa masih di sini?" tanya nya pada Vani.
"Engga apa-apa, biar bareng ke kelas,"
Jerry langsung mangut-mangut kecil, padahal dalam hatinya ia senang.
"Eh.. Jer tahu gak? gue senang banget.... hari ini," ucapnya penuh semangat.
Dalam hati Jerry menyahut sama Van, gue juga. lo tumben ngajak jalan barengan dan nungguin gue pula.
"Kenapa?" tapi raganya berkhianat dan hanya bertanya sok cuek.
"Semalam kan gue baru jumpa cowok ganteng banget, duh nama dia siapa ya? gue lupa lagi gara-gara terbawa suasana," Vani berpikir sambil berjalan menuju kelasnya bersama Jerry.
"Exel!!! iya namanya Exel mirip iklan kartu perdana yang logonya warna Biru-Hijau-Kuning, itu Jer!" Vani tambah bersemangat.
"Ohh bintang tamu kemarin," balasnya tak acuh.
"Iya.. dan lo tahu apa yang buat gue senang?" Jerry menggelengkan kepalanya lemah.
"Dia chat gue malamnya, Jer. Gila banget. Mimpi apa coba gue? bisa dekat sama cowok kaya Exel yang tampannya melebihi James Jirayu Tangsrisuk," Vani sambil mengipas-kipas wajahnya yang merah karena terlalu bersemangat.
"Oh ya? selamat kalau gitu," Jerry tersenyum kecil.
"Tahu gak lo, Jer kita bahas apa aja?" dan untuk kesekian kalinya Jerry menggeleng lemah. Dalam hati ia berharap Vani mengehentikan ucapannya.
Van... andai lo tahu betapa sakit nya mencintai dalam diam. Gue juga gak berharap rasa ini datang tapi, gue bisa apa? gue cuma bisa diam, Van.
Begitulah Batin Jerry meraung-raung.
"Jadi dia chat gini..."
Flashback On...
Exel: Malam Van, gue ganggu gak?
Anda: Ya Engga lah, lo itu gak pernah ngeganggu gue kok.
Exel: Gak tidur?
Anda: Engga, habisnya ada lo
Exel: kalau gitu gue ngeganggu lo dong?
Anda: Engga sama sekali, maksud gue, lo itu selalu buat gue semangat makanya gak ngantuk.
Exel: Hahahaha Bisa aja, lo kira gue kopi?
Anda: Engga lah, lo mah kaya miras.
Exel: why?
KAMU SEDANG MEMBACA
Bukan Salah Jodoh [Completed✔]
Teen Fiction[Revisi 70 part] Diprivate acak demi keamanan, karena ada akun mirror. Follow kemudian re-login. Ini bukan sekadar cerita cinta anak remaja tapi, cerita fiksi berkombinasi dengan ilmu pengetahuan seputar Olimpiade dan pengetahuan lainnya. Bukan ceri...
![Bukan Salah Jodoh [Completed✔]](https://img.wattpad.com/cover/119387693-64-k411681.jpg)