Happy reading!
.
.
.
.
."Lo berani di rumah sendirian?" Tanya Arjuna.
Zelinda hanya memberengut sebal mendengar pertanyaan yang kembali di lontarkan oleh Arjuna itu. "Ya engga." Cicitnya pelan.
"Tapi gue gak kebiasa tidur di rumah orang Jun." Ujar Zelinda, sebenernya alibi aja si karena kesempatan besar bisa di rumah sendirian.
Tapi sayangnya gak berani.
"Terus mau lo gimana astagaaa, gue gak mungkin nginep di rumah lo Zel karena rumah lo itu sepi. Jadi mending lo yang nginep ke rumah gue karena di sana ada Mama." Jelasnya lagi, ia sudah menjelaskan berkali-kali tetapi wanita di depannya ini tetap saja tidak mengerti.
Butuh iman yang kuat jika Arjuna menginap berdua dengan Zelinda. Apalagi di rumah sepi, ia takut sesuatu hal yang haram tapi enak di lakukan terjadi pada dirinya dan juga Zelinda.
"Nginep di hotel aja gimana?" Tawar Zelinda.
Arjuna menghela nafasnya sabar mendengar ide gila lagi yang keluar dari otak cantiknya itu. "Zel jangan macem-macem, emang apa susahnya si di rumah gue? Lo belum pernah ke sana kan? Di hotel berdua kita juga belum ada buku nikah dan gak bakal di bolehin, lebih aman di rumah juga ada Mama." Ujarnya panjang mencoba agar Zelinda mengerti.
Zelinda hanya menunduk mendengarnya. "Gue malu." Ujarnya.
Arjuna menatap gadis didepannya itu tak percaya. "Malu? Malu sama siapa gila. Di rumah cuma ada gue sama Mama doang, dan nanti lo bisa tidur sama nyokap gue di kamarnya." Jelasnya.
Zelinda menghela nafasnya kasar. "Yaudah iya! Gue mau nginep di rumah lo!" Sungguh sebenarnya Zelinda tak ada niatan untuk modus menginap berdua dengan Arjuna, ia hanya belum menyesuaikan diri dengan Mama Arjuna itu. Apalagi dia kalo pagi itu bangunnya siang, bisa jatuh harga dirinya didepan calon mertua nanti.
Akhirnya setelah sekian lama memakan waktu didalam mobil tanpa kepastian Arjuna pun menjalankan mobilnya menuju dimana rumahnya berada.
.
.
.
.
.Setelah menempuh kurang lebih dua puluh menit akhirnya mereka pun sampai di area apartemen yang Arjuna tinggali, Arjuna memarkirkan mobilnya lalu keluar dari mobil namun lagi-lagi Zelinda menahannya. "Tapi gue kan gak bawa baju ganti, ambil dulu deh ayo." Ujar Zelinda menahan Arjuna yang ingin membuka pintu mobil.
Arjuna langsung melirik sinis Zelinda. "Gak usah konyol, baju gue ada baju Mama juga ada." Jawab Arjuna membuat Zelinda mati kutu seketika.
"Buruan mau turun gak? Kalo lo gak mau gue tinggal." Arjuna segera keluar dari mobil.
Zelinda menghela nafasnya pasrah. "Iya woi! Tungguin gue!" Ia segera keluar dan lari menyusul Arjuna yang sudah lumayan jauh.
.
.
.
.
."Inget jaga sikap lo." Ujar Arjuna sebelum membuka pintu apartemennya.
Zelinda hanya mengangguk patuh, lagipula perempuan mana yang gak bakal jadi anggun kalo didepan calon mertuanya.
"Assalamualaikum, Mama?" Ujar Arjuna saat pintu sudah terbuka, Ia menggiring Zelinda agar masuk dan duduk di sofa.

KAMU SEDANG MEMBACA
I LOVE U KETOS!
Teen FictionMenikah? Dengan teman seangkatannya sendiri? Orang yang biasa dijuluki bad boy? Dikenal banyak orang? Disegani wanita? Bahkan beberapa guru pun ada yang tertarik dengan ketampanan wajahnya? Inilah yang dirasakan seorang Zelinda Ifdia Pratama saat in...