Happy reading!!
.
.
.
.
.
Kini jam menunjukkan pukul 13.00 WIB, karena acara selesai pun jam 11.00 WIB. Tak banyak yang mereka lakukan karena keluarga masih kumpul di rumahnya, seperti sekarang mereka sedang duduk di ruang keluarga.
"Duh jadi gak sabar nanti malem." Ujar Zeen sambil menyenggol bahu Arjuna yang duduk di sampingnya.
Arjuna hanya diam tak menyahut, sudah ia duga jika mereka ikut kumpul akan di ledek habis-habisan pastinya.
"Kasih edukasi dulu yang Arjuna, biar nanti malem langsung ahli." Ujar salah satu sepupu Zelinda yang memang sudah menikah.
Suaminya tertawa mendengar penuturan istrinya itu. "Mau belajar sama gue Jun? Di jamin puas deh Zelinda malem nanti." Ucapnya mendekat lalu duduk di samping Zeen.
Arjuna hanya tersenyum, jika ditanya malu atau tidak tentu sangat malu.
"Udah deh mas Angga, jangan kotorin pikiran suami gue, dia tuh masih polos." Sambung Zelinda yang tiba-tiba nongol dari belakang dengan menggendong seorang bayi yang tak lain anak dari sepupunya itu.
Ia duduk di samping Arjuna lalu memberikan gelas yang berisi kopi sesuai permintaannya itu.
"Kayaknya yang bakal posesif ceweknya nih." Saut wanita yang bernama Elen.
Zelinda langsung menatap dia kesal. "Mba elen rese banget si! Aku buang nih Rafinya." Balas Zelinda sambil mengangkat bayi yang sedang tertidur itu.
"Buang harus ganti rugi lah, iya gak yang?" Ujar Elen pada Angga dan tertawa.
Zelinda mendengus kesal mendengarnya, emang gak ada yang bener keluarganya disini.
"Sudah-sudah Elena, Angga, biarkan itu jadi privasi mereka. Kalian jangan ganggu." Ucap Ayah angkat bicara.
Zelinda tersenyum senang mendengarnya, ia merasa Ayahnya sedang berpihak padanya.
"Gak sabar punya keponakan gue." Gumam Zeen tiba-tiba.
Hampir saja Zelinda melempar gelas yang berada di depannya itu kearah Zeen, mulutnya itu loh lemes banget kaya cewe, heran Zelinda.
"Udah deh Zeen, kamu jangan godain adikmu terus. Mending pasangin gas sana di belakang, gasnya abis tapi airnya belum mateng." Ujar ibu tiba-tiba datang bersama mama Arjuna dengan membawa nampan yang berisi macam-macam makanan.
"Kalo bisa yo di tunda dulu punya anaknya sampe lulus." Ujar mama Arjuna tiba-tiba.
Sontak semuanya langsung menoleh. "Bukan ndak mau, cuma mereka kan sekarang kelas 12, opo gak ganggu kalo punya anak buru-buru. Tapi kalo emang di kasih yo ndak nolak juga, rezeki keluarga kita berarti." Jelas mama Arjuna.
Zelinda yang jengah mendengarnya langsung menyaut. "Apaan sih ngomongin anak! Emang kalian pikir bikin anak kaya bikin donat langsung jadi gitu?! Nikah juga baru tadi udah di iming-iming anak aja." Teriak Zelinda kesal, saking kencangnya sampai membuat bayi yang ia gendong menangis karena terganggu.
Oekk!oekk!
"Tuhkan! Nidurinnya susah loh ini!" Kesal Zelinda lagi, karena tangisnya tambah kencang elen pun mengambil anaknya dari Zelinda.
KAMU SEDANG MEMBACA
I LOVE U KETOS!
Novela JuvenilMenikah? Dengan teman seangkatannya sendiri? Orang yang biasa dijuluki bad boy? Dikenal banyak orang? Disegani wanita? Bahkan beberapa guru pun ada yang tertarik dengan ketampanan wajahnya? Inilah yang dirasakan seorang Zelinda Ifdia Pratama saat in...
