Note : Maaf ya teman-teman, kemarin-kemarin kondisi kurang baik makannya baru up sekarang. Hehe enjoy ya, maaf kalo alurnya kurang bagus. Otak masih belum pulih soalnya, ahahaha.
HAPPY READING!
.
.
.
.
"Suratnya udah kamu kasih ke Arjuna?"
"Udah Bu."
"Terus apa yang kamu tangisin sekarang?"
Zelinda diam mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Ibunya itu.
"Siapa yang milih jalan ini Ibu tanya?"
"Kamu kan?"
Ibu mengelus rambut Zelinda itu sayang. Awal ia pulang dari apartemen Arjuna tadi, Zelinda terus menangis. Saat Ibunya bertanya mengapa ia menangis Zelinda jawab tidak tahu.
"Kamu masih sayangkan sama Arjuna?" Tanya Ibu lembut, tangannya terangkat untuk mengusap air mata anaknya yang jatuh.
"Nggak Ibu!" Bantahnya langsung.
Ibu tersenyum mendengarnya. "Ibu tau isi hati kamu. Kamu ini cuma dendam, kamu cuma pengen bales semua perbuatan Arjuna selama ini ke kamu. Makannya kamu pilih cerai, benerkan?" Tanya Ibu lagi.
Ibu merapihkan rambut Zelinda yang berantakan lalu tangannya ia paksa memutar agar wajah Zelinda mau menghadapnya. "Dengerin Ibu, semua yang kamu pilih sekarang emang gak salah. Kamu bebas menentukan pilihan, dan kamu sendiri yang udah milih jalan ini kan? Terus apa yang kamu sesali? Semua terjadi karena kamu, itu semua keputusan kamu bukan keputusan kita. Sekalipun Ibu ngelarang emang kamu mau lakuin? Nggak kan? Kamu bakal tetep maksa buat pisah? Terus apa lagi yang bikin kamu nangis begini?" Ujar Ibu.
"Ini yang dirasakan semua orang saat pertama perpisahan Zel, menangis. "
Ibu membawa Zelinda kedalam pelukannya, lalu tangannya mengelus sayang puncak kepalanya.
"Gak papa, semua pasti baik-baik aja." Ujarnya menenangkan.
.
.
.
.
"Lo beneran udah ngasih suratnya ke Arjuna Zel?"
"Udah."
Naya tampak menghela nafas dari sebrang sana.
"Tadi Arjuna minta Reno buat ditemenin ke pengadilan, kayaknya mau nyerahin surat itu."
"Syukur kalo gitu."
"Lo gak nyesel?"
"Nggak."
"Serius?"
"Apaan si Nay? Niat lo nelfon cuma buat bilang itu doang kan?"
"Nggak!"
"Terus?"
"Gue mau mastiin sesuatu ke lo. Sekarang gue lagi di jalan, Amanda sama Lala pun udah otw ke situ juga. Lo jangan kemana-mana, kita bakalan kesana sekarang."
"Mastiin apa? Terus ngapain lo semua ke sini? Rum--"
"Jangan banyak tanya! Intinya kita semua bakal ke elo. Gue mau mastiin sesuatu sebelum semuanya terlambat, oke? Udah dulu, bentar lagi gue nyampe. Bye!"
"Nay!! Woii!!"
Tut.
Zelinda memandang ponselnya itu dengan tatapan heran, apa yang mau dipastikan sebenarnya? Memang Naya selalu bis membuatnya penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
I LOVE U KETOS!
Novela JuvenilMenikah? Dengan teman seangkatannya sendiri? Orang yang biasa dijuluki bad boy? Dikenal banyak orang? Disegani wanita? Bahkan beberapa guru pun ada yang tertarik dengan ketampanan wajahnya? Inilah yang dirasakan seorang Zelinda Ifdia Pratama saat in...
