[31] Pengakuan (2)

158K 12K 891
                                        

"Dari segi pemungutan suara, emang anak-anak pada mintanya satu kamar dua sampe empat orang". Ujar Andi sembari memberikan selembar kertas kearah Arjuna yang duduk didepan.

Arjuna menerima kertas itu lalu membacanya.

"Lo kira hotelnya punya nenek moyang lo? Gila aja satu kamar empat orang, mau pada tidur dimana nanti?". Ucap Reno.

Arjuna meletakkan kertasnya kembali saat ia sudah selesai membacanya, kini tangannya berkutik dengan laptop didepannya.

"Satu kamar hotel itu sebenernya maksimal dua orang, berhubung kita emang kebanyakan siswa jadi kita bisa minta karyawan hotelnya buat ngebagi satu kamar tiga orang". Ujar Arjuna.

"Itu udah yang paling maksimal?". Tanya Revan yang langsung dibalas anggukan oleh Arjuna.

Semua mengangguk mengerti. "Lo udah nentuin hotel apa yang bakal kita pesen?". Tanya anggota lain pada Arjuna.

"Tugas kita cuma ngebagi kamar sama ngedata nama-nama orang yang satu kamar itu, urusan lain udah dari Bironya yang nanganin". Jelas Arjuna.

"Terus jadwal berangkat? Udah lo tentuin jamnya?". Tanya Naya, sembari mengangkat kertas yang sudah ia susun jadwal acara yang akan diselenggarakan.

Revan tersenyum melihat itu. "Semua udah disiapin kan berarti?". Tanyanya.

"Menurut gue mending kita berangkat malem hari aja, soalnya biar pas perjalanan juga semua bisa pada tidur jadi pas pagi kita udah tinggal nyebrang di pelabuhannya aja". Usul Lala.

Ya, sekarang mereka semua sedang melakukan sesi rapat dalam rangka kegiatan liburan yang akan dilakukan beberapa hari lagi. Karna memang ini kegiatan siswa mereka memutuskan untuk menggunakan bis saja karna biaya yang dikeluarkan pun sudah lumayan, jika diputuskan untuk menggunakan pesawat bisa lebih ribet dan lama mengurusnya.

"Sesuai dengan prosedur yang udah dibikin dari Bironya sama jadwal yang udah Naya bikin, menurut gue itu semua udah cukup". Ujar Arka sembari mengetik beberapa berkas yang sedikit tertinggal.

Arjuna mengangguk. "Jadi udah ga ada masalah? Semua setuju?". Tanya Arjuna meyakinkan.

Dan dengan serempak semua mengangguk. "Oke, rapatnya cukup sampe disini dan inget untuk semua anggota osis nanti berangkat lebih awal dari jam yang udah ditentuin. Faham?". Ujar Arjuna.

"Faham". Jawab semua serentak.

Setelah semuanya selesai para anggota rapat pun sudah mulai meninggalkan ruang rapat, hingga hanya tertinggal Arjuna dengan teman-temannya.

"Ekhem". Arjuna menoleh saat Naya tiba-tiba berdehem tepat disampingnya.

"Kenapa lo? Sakit?". Tanya Arjuna sambil memandang Naya aneh.

Naya terkekeh. "Mas suami gak boleh ngomong gitu". Goda Naya lagi.

Sontak semua orang yang berada diruangan itupun langsung memandang mereka berdua.

"Lo mau nikung gue Jun?". Ujar Revan saat melihat keduanya dekat.

"Revan gak boleh cemburu, Arjuna itu udah punya istri gak mungkin dia selingkuh sama gue". Ujarnya frontal membuat Arjuna melototkan mata tajam.

"Lemes banget tuh mulut". Ujar Lala memandang Naya jengah.

Naya tertawa. "Jangan kaget gitu Jun, gue udah tau semuanya kok". Bisiknya.

"Lo berdua ngomongin apaan sih?". Tanya Arka penasaran.

Naya tersenyum. "Mending lo tanyain aja langsung ke orangnya". Ujarnya lalu mengambil tumpukan kertas yang berada didepan meja Arjuna.

I LOVE U KETOS!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang