Bel pulang sekolah kini sudah berbunyi, semua siswa sudah mulai berhamburan keluar kelas untuk pulang. Begitupun dengan Zelinda, kini dirinya tengah menunggu Arjuna dikoridor, memang cuaca saat ini cukup panas membuat Zelinda malas untuk menunggu di halte.
Kira-kira sudah limabelas menit Zelinda menunggu tetapi sampai saat ini Arjuna belum juga datang membuat Zelinda sedikit kesal.
"Kebiasaan banget emang! Ngapain sih dia suka banget pulang telat, orang mah malah penginnya pulang cepet". Gerutu Zelinda sambil memandang jam ditangan kirinya.
memang hari ini kelas duabelas dipulangkan lebih awal dari adik-adik kelasnya karena memang dikasih waktu untuk prepare.
Tiba-tiba kini matanya menangkap sosok Reno yang sedang berjalan diujung koridor bersama Andi disampingnya.
"Reno!". Panggil Zelinda.
Sang pemilik nama pun menoleh dan menatap Zelinda mengode kata 'ada apa?'. Zelinda mengibas-kibaskan tangannya. "Sini".
Reno tampak menyuruh Andi untuk berjalan dahulu dan ia pun berjalan menuju arah dimana Zelinda berada.
"Osis lagi pada rapat?". Tanya Zelinda saat Reno sudah tepat berada didepannya.
Reno mengangguk. "Lagi pada nyiapin kebutuhan yang dibutuhin aja sih". Ujarnya.
Zelinda mendengus. "Yaiyalah masa nyiapin barang yang nggak dibutuhin". Cercanya sebal.
"Em, lama nggak?". Tanya Zelinda lagi.
"Gak tau juga sih soalnya nyatet nama-nama siswa yang belum lunas juga belum. Kenapa sih tanya-tanya?". Ucap Reno matanya kini menyelidik tajam kearah Zelinda.
Zelinda nyengir. "Panggilin Arjuna bentar dong ada yang mau gue omongin soalnya". Pintanya.
Reno mengangguk faham. "Arjuna lagi ngedata di ruang osis, lo kesana aja Arjuna sendirian ko". Suruhnya.
"Okedeh, makasih Reno!". Ujarnya semangat lalu meninggalkan Reno menuju ruang osis.
Zelinda masuk kedalam ruang osis tanpa mengetuk pintu, membuat Arjuna yang berada didalamnya terkejut melihatnya.
"Ketuk pintu dulu Zel". Tegur Arjuna saat Zelinda menutup kembali pintunya.
Zelinda nyengir, ia kini berjalan kearah meja Arjuna dan dengan enaknya dia duduk diatas mejanya.
Melihat itu Arjuna hanya menghela nafas sabar. "Pulang ayo Jun". Pinta Zelinda sambil memainkan kertas yang berada disampingnya.
Arjuna menggeleng mendengar peemintaan Zelinda. "Kerjaan gue masih banyak Zel". Tolaknya sambil kembali memfokuskan diri kedepan komputernya lagi.
Melihat itu Zelinda mendengus. "Gue pengen istirahat di rumah, beres-beres buat besok. Emang lo nggak beres-beres apa?". Ujarnya, tangannya kini mulai nakal mengacak-acak kertas yang dirinya pegang itu.
"Jangan di berantakin lagi dong Zelinda, lo mau beresin?". Arjuna melepaskan tangan Zelinda dari kertas-kertas itu, ia membereskannya sekejap lalu memasukkan kertasnya itu kedalam laci.
"Makannya ayo pulang". Pinta Zelinda sambil memegang tangan Arjuna yang ingin kembali berkutik pada komputernya.
Arjuna menghela nafasnya, tangannya kini menggenggam tangan Zelinda yang tadi.
"Lo liatkan? Datanya anak-anak bahkan belum gue beresin semua, lo pulang duluan aja ya?". Ujarnya lembut berusaha memberi pengertian pada Zelinda.
Zelinda menggeleng keras. "Nggak mau! Nggak mau naik Grab lagi Jun, sayang duitnya tau!". Rengeknya sambil menatap Arjuna melas.
KAMU SEDANG MEMBACA
I LOVE U KETOS!
Fiksi RemajaMenikah? Dengan teman seangkatannya sendiri? Orang yang biasa dijuluki bad boy? Dikenal banyak orang? Disegani wanita? Bahkan beberapa guru pun ada yang tertarik dengan ketampanan wajahnya? Inilah yang dirasakan seorang Zelinda Ifdia Pratama saat in...
