[16] Speechles

177K 13K 833
                                        

Note : Ojo spoiler😭

HAPPY READING!!
.
.
.
.
.

"Ibu?" Panggil Zelinda saat ia baru saja keluar dari kamarnya.

Namun rumah terlihat sangat sepi, bahkan dapur yang biasanya sudah dipenuhi oleh sarapan ini sangat bersih.

"Pada kemana sih."

"IBU?!" Panggilnya lagi namun dengan bada yang lebih tinggi dari sebelumnya.

"Berisik!"

Kepala Zelinda langsung menoleh kearah ruang keluarga, dimana ia menemukan sesosok laki-laki yang sedang duduk dengan kaki yang diselonjorkan.

"Ibu gak ada, mereka udah pada ke Solo duluan semalem." Ujar laki-laki itu dengan santainya.

Tentu Zelinda langsung mendekati sosok itu. "Serius lo Zeen? Kok mereka gak ada yang pamitan sama gue sih?!" Tanyanya kesal, memang bagai angin lalu dia di rumah ini, tak dianggap.

Zeen langsung menonyor pelan kepala Zelinda. "Heh kudanil! Gue yang udah bolak balik seratus kali gak di bukain tuh pintu." Jawab Zeen.

Zelinda memberangus kesal. "Sendirian dong gue." Gumamnya pelan.

"Lah terus didepan ini lo anggep apa? Patung hias?!" Ujar Zeen nyolot saat mendengar gumam tak berfaedah oleh adiknya itu.

Zelinda menoel pelan bahu Zeen. "Tau aja deh." Ujarnya dengan nada centil membuat Zeen yang berada di sampingnya ini langsung akting ingin muntah.

"Ck lebay lo! Malem ini kita nyusul aja, kaya ditinggal setahun lo, gimana nanti pas ibu berangkat ke Bandung? Mati lo?"

"SERIUS?! MALEM INI?! SECEPET ITU?!" Teriak Zelinda histeris, ia kaget karena baru semalam ia dan Arjuna membahas masalah itu dan besoknya akan langsung terjadi?!

"Ya emang iya, dari awal sebelum lo nikah kan udah di rundingan bakal resepsi sehari setelah nikah! Makannya kalo apa-apa tuh ikut kumpul, jangan ngelayap terus kaya anak perawan! Inget status lo yang udah bersuami, tanggung jawab lo harus ngelayanin dia! Mana ada pengantin baru sorenya langsung main, gila lo!" Oceh Zeen dengan mimik yang sangat menyebalkan.

Zelinda langsung menutup mulutnya tak percaya. "Kok lo tau?!" Tanyanya.

Zeen memutar bola matanya malas. "Lo mendingan ikut searching deh di google cara jadi istri sekaligus adik yang baik, biar banyak pahala lo." Ujar Zeen.

Zelinda mendengus. "Gue kan ada urusan penting, makannya harus keluar!" Gadis itu segera beranjak untuk meninggalkan Zeen, ia bisa gila jika lama-lama berdua dengan makhluk itu.

"Eehh! Mau kemana lo?" Tanya Zeen saat berhasil menarik tangan Zelinda.

Zelinda segera melepaskan cekalan tangan dari Zeen itu. "Apaan sih! Gue mau ke kamar! Ganggu aja lo!" Zelinda kembali berbalik hendak berjalan kearah tangga.

Namun tangan Zeen lagi-lagi mencegahnya, laki-laki itu menarik kerah baju belakang Zelinda sambil berjalan kearah dapur.

"Woi! Zeen sialan! Lo pikir gue kucing apa di tarik-tarik belakangnya begini! Ck, kakak sialan!" Umpat Zelinda tiada henti.

I LOVE U KETOS!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang