HAPPY READING!!
.
.
.
.
"Sialan!" Zelinda membanting stir mobilnya saat melihat pintu gerbang sekolah yang sudah tertutup rapat, ia melirik jam tangannya yang menunjukkan pukul 08.30 WIB.
"Perasaan masih pagi deh." Gumamnya bodoh, ia melihat-lihat sekitaran sekolah yang benar-benar terlihat sepi.
Akhirnya ia memutuskan untuk menitipkan mobilnya di warung depan sekolahnya, ia membuka sabuk pengamannya lalu mengambil tasnya yang berada di jok belakang dan segera keluar dari mobilnya.
"Ck, mana gerbangnya tinggi banget lagi." Cibirnya kesal, Zelinda sedikit mengintip dari celah gerbang dan melihat lapangan sekolah yang sepi.
Akhirnya ia memutuskan untuk masuk lewat belakang, dimana ada pohon yang terhubung langsung dengan tembok belakang sekolah. Itu juga tempat biasanya anak-anak nakal membolos dan datang terlambat seperti dirinya ini.
"Semoga gak ketauan." Ujarnya, perlahan ia mulai naik ke pohon yang lumayan tinggi itu lalu merambat ke tembok dan loncat kebawah.
Jangan kaget, Zelinda sering melakukan ini jadi udah ahli.
Saat dirinya hendak berjalan tiba-tiba ingatannya mengingat sesuatu, pandangannya langsung menggeledah mencari benda yang ia cari itu hingga saat matanya menatap pohon yang tadi terlihatlah tasnya yang masih tergantung di salah satu batang pohon yang lumayan tinggi.
"Haish!! Bago banget si Zelinda! Bisa-bisanya lo mendarat tapi tasnya masih nyangkut begitu." Ujarnya frustrasi, ia melirik jam tangannya yang hampir menunjukkan jam sembilan. Dimana itu mengartikan sudah akan pergantian jam pelajaran.
"Pelajaran matematika gue udah di alpa pasti, ck tau gitu mending bolos aja ngapain manjat-manjat kaya gini." Ia mengacak rambutnya frustasi sambil memutar otak bagaimana caranya dia mengambil tas yang masih tergantung diatas pohon itu.
Akhirnya ia memutuskan untuk mengambil kayu didalam gudang, yang syukurnya berada di samping tempatnya sekarang. Matanya mulai mencari kayu yang lumayan panjang. "Pelan-pelan, jangan sampe ada yang jatoh." Ujarnya saat melihat ada bambu yang lumayan panjang tertumpuk di pojok gudang
Ia mengambil bambu itu dengan hati-hati, menurunkan satu persatu bambu kecil agar tidak berantakan nanti. "Yes!" Zelinda bersorak saat ia berhasil mengambil bambu yang paling panjang.
Namun saat ia berjalan dan sampai di depan pintu bambu yang ia bawa tidak muat untuk keluar. "Hari ini kenapa gue sial banget si!" Cibirnya kesal.
Ia mengeluarkan bambu itu dengan sangat pelan agar tidak mengenai kaca didepannya, namun saat dirinya ingin membelok kearah belakang seseorang memanggil namanya keras.
"ZELINDA IFDIA PRATAMA!"
Sontak Zelinda kaget, ia reflek memajukan bambunya hingga mengenai kaca jendela di ruangan depannya.
PRANGG!!
"Omaigat!!"
Mata Zelinda langsung melotot sempurna saat melihat bambunya tersangkut di jendela yang ia pecahkan, belum lagi panggilan namanya yang kembali di panggil.
"Mampus gue!" Gumamnya, di arah seberangnya sang guru BK yang ternyata sedang berpatroli memergoki dirinya mengambil bambu, belum lagi semua anggota Osis yang memandangnya dari jendela yang ia pecahkan tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
I LOVE U KETOS!
Dla nastolatkówMenikah? Dengan teman seangkatannya sendiri? Orang yang biasa dijuluki bad boy? Dikenal banyak orang? Disegani wanita? Bahkan beberapa guru pun ada yang tertarik dengan ketampanan wajahnya? Inilah yang dirasakan seorang Zelinda Ifdia Pratama saat in...
