[8] Belum beres!

181K 14.1K 703
                                        

HAPPY READING!!!
.
.
.
.
.

"Kamu udah putusin pacar kamu itu?" Tanya Ayah tiba-tiba saat mereka sedang sarapan bersama. "Ingat sebentar lagi kamu akan menikah, jangan membuat masalah karena kamu mempunyai hubungan dengan pria lain." Lanjutnya.

Zelinda yang tengah melahap nasi gorengnya pun tiba-tiba menghentikan acara makannya, ia mengambil gelas berisi air putih lalu meminumnya. "Zelinda berangkat dulu." Pamitnya tiba-tiba, inilah saat-saat yang paling ia benci semenjak dirinya menerima perjodohan.

Ibu yang melihat sarapan Zelinda masih banyak pun segera menahan. "Sarapan kamu masih banyak Zel, abisin dulu." Ujar Ibu.

Sedangkan Zeen tampak tak peduli dengan situasinya sekarang, ia masih terlihat sangat nikmat memakan nasi gorengnya tanpa repot-repot menahan adiknya agar kembali duduk, dakjal memang.

"Zelinda kenyang." Jawabnya, baru saja ia ingin kembali melanjutkan jalannya tetapi suara Zeen tiba-tiba menginstruksi.

"Mobilnya bakal gue bawa, lo berangkat sama Arjuna aja. Udah gue chat biar berangkatnya bareng lo." Ujarnya.

"Ingat satu hal Zelinda, jangan sampai Ayah tau kamu masih mempunyai hubungan dengan laki-laki itu bahkan setelah menikah." Suara Ayahnya ikut menyahut.

Zelinda menghela nafasnya kasar, air mata yang awalnya ia coba tahan tiba-tiba lolos begitu saja. "Aku punya salah apa si sama kalian? Ada kelakuan Zelinda yang bikin kalian sampe ngelakuin ini semua? Sumpah kalian jahat banget." Setelah berujar Zelinda langsung berlari keluar dengan air matanya yang masih mengalir.

Tidak ada yang salah pada dirinya sekarang, ia hanya masih terlalu kaget menerima semuanya. Walaupun ia tahu semua yang dilakukan orang tuanya pasti juga baik untuk dirinya, namun berbeda dengan pikiran Zelinda sekarang.

Menurutnya mereka terlalu menuntut, tidak ingin mendengarkan apa yang Zelinda ingin bicarakan. Setidaknya jika hidupnya dikendalikan oleh kedua orangtuanya biarkanlah Zelinda sedikit memberi saran, dan beberapa keinginan dirinya sendiri agar tidak terlalu menekan. Namun itu semua jauh dari pikiran Ayah dan Ibunya.

"Heh lo kenapa?" Tanya Venus sang pacar saat melihat Zelinda keluar dari rumahnya sambil menangis.

Zelinda tidak bisa menjawab, bahkan mulutnya sibuk menahan isakan agar tidak terdengar orang-orang. "A-ayo berangkat hiks sekarang." Pinta Zelinda dengan cepat.

Venus mengangguk, ia bangkit dari kursi teras rumah Zelinda hingga benar-benar keluar dari area rumah.

"Lo yakin gak papa?" Tanya Venus lagi dengan nada yang sedikit khawatir, kini dirinya sudah berada di atas motornya namun masih ragu untuk memboncengi Zelinda.

Bukannya menjawab Zelinda malah tambah kencang menangis, wajahnya tertunduk ditutupi rambut panjangnya.

Melihat itu Venus sedikit merasa kasihan, ia memang sedikit mendengar pertengkaran didalam rumah Zelinda saat sedang menunggu pacarnya itu. Namun ia tidak enak hati untuk menanyakan apa yang sedang terjadi pada Zelinda.

Dengan inisiatif tinggi Venus akhirnya membawa Zelinda kedalam pelukannya, ia memeluk dengan erat tubuh pacarnya yang bergetar itu. "Gak papa nangis aja, gue disini." Ucapnya.

Zelinda pasrah, ia menangis sekencang-kencangnya didalam pelukan Venus. Bahkan ia tak sanggup untuk berbicara karena isakannya yang terlalu kencang.

I LOVE U KETOS!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang