[43] Bali i'm coming!

155K 11.4K 1.1K
                                        

"Lo mau berangkat sekarang?!". Tanya Zelinda histeris saat melihat Arjuna keluar kamar dengan pakaian rapihnya.

Saat ini dirinya tengah berada didapur dengan Mama dan juga Kusma tentunya yang sedang memasak. Sekarang bahkan masih jam enam kurang, Zelinda saja belum mandi.

Arjuna berjalan mendekat kearah dirinya. "Iya, ada yang harus gue urus dulu sebelum berangkat". Ujar Arjuna berdiri tepat didepannya.

"Terus nanti gue berangkatnya gimana? Masa ngojol lagi". Tanya Zelinda menatap Arjuna.

"Sebelum jam delapan nanti gue balik lagi jemput lo". Jawab Arjuna.

"Serius?". Tanya Zelinda lagi memastikan.

"Iya sayang".

Zelinda menatap Arjuna tajam saat laki-laki memanggilnya sayang didepan Mama juga Kusma, emang gak punya malu.

"Ngomong sekali lagi gue robek mulut lo!". Ujar Zelinda sadis, ya kalo ngomongnya pas cuma berdua mungkin Zelinda malah salting. Inimah kan beda, malu coy.

Arjuna terkikik pelan. "Semalem aja malu-malu gue panggil sayang". Ucap Arjuna berbisik.

Zelinda mempertajam tatapannya kepada Arjuna. "Beda situasi. Udahdeh sana duduk sarapan dulu!". Zelinda mendorong Arjuna agar menjauh dari dirinya, Arjuna pun menurut dan duduk disebelah Kusma yang sedang membereskan lauk yang baru saja matang.

"Udah baikan?". Tanya Arjuna sambil menarik kursi kebelakang dan duduk.

Kusma menoleh kearah Arjuna sambil tersenyum. "Udah kok Jun". Jawabnya.

Zelinda yang melihat itu pun berusaha untuk tidak cemburu, dalam hatinya ia mati-matian menahan ledakan amarah yang sudah memuncak.

Mendengar jawaban Kusma Arjuna pun mengangguk faham. "Obatnya abisin biar cepet sembuh". Ujarnya.

Kusma hanya mengangguk lalu melanjutkan aktivitasnya kembali.

"Kamu ndak cemburu?". Zelinda tersentak saat mendengar pertanyaan itu dari sang Mertua.

"Mama?". Sang Mama hanya memandang Zelinda dengan tatapan bertanya.

Zelinda tersenyum menanggapinya. "Nggak Ma, Zelinda malah seneng kalo Kusma udah baikan sekarang". Ujarnya jujur, walaupun ada benih-benih cemburu dikit tapi yasudahlah hiraukan.

Mama memandang Zelinda dengan tatapan bingung, nggak biasanya Zelinda begini batinnya.

"Zelinda udah sadar kalo yang Zelinda lakuin selama ini salah, harusnya Zelinda ngerti kalo mereka emang udah temenan lama. Wajar kalo Arjuna ngasih perhatian gitu, apalagi penyakitnya yang nggak main-main". Ucap Zelinda.

Mama tersenyum mendengar jawaban Zelinda, ia mendekat lalu memegang tangannya sayang. "Mama tau pasti Arjuna sudah ada rasa sama kamu, kalian berdua udah saling sayang. Pertahankan itu nduk, kuatkan kepercayaan kalian berdua dengan begitu masalah tidak akan datang". Kata Mama sambil terus tersenyum.

Zelinda ikut tersenyum. "Pasti itu Ma, makasih atas nasihatnya". Ujar Zelinda.

Mama mengangguk.

"Ma Arjuna mau berangkat".

Mama dan Zelinda pun menoleh kesamping, Arjuna sepertinya sudah selesai dengan urusan makannya.

"Yasudah hati-hati". Ujar sang Mama.

Arjuna mengangguk, ia mendekat kearah Mama lalu mencium tangannya.

"Gue berangkat dulu, sebelum jam delapan inget. Lo harus udah siap". Ujarnya saat sudah bersaliman.

I LOVE U KETOS!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang